Jawa Pos Radar Lawu - Waduk Sangiran salah satu obyek wisata yang berada di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi.
Lokasinya 24 kilometer dari pusat Kota Ngawi, bisa ditempuh sekitar 38 sampai 40 menit dengan berkendara.
Akses menuju lokasinya wisata Waduk Sangiran juga mudah sehingga bisa dijangkau dengan bermacam-macam jenis kendaraan, mulai dari roda 2 hingga 4 maupun yang lainnya.
Selain sebagai tempat sarana irigasi, Waduk Sangiran ini juga banyak digunakan sebagai wahana rekreasi.
Lanskap perbukitan yang dibalut dengan angin sepoi-sepoi jadi daya tarik tersendiri di Wisata Waduk Sangiran.
Sehingga bakal bikin siapapun merasa betah sekaligus nyaman, seperti enggan untuk pulang.
Selain itu, ternyata ada sederet daya tarik lain yang menjadi magnet untuk menarik pengunjung. Apa saja daya tarik itu?
Memancing
Bagi pecinta mancing waduk Sangiran menjadi lokasi yang tepat. Pasalnya banyak ikan yang bertebaran di area kawasan waduk, seperti tombro, bandeng, gabus, nila, dan patin.
Wisata Air
Pengunjung bisa menikmati waduk secara dekat dengan menaiki perahu wisata.
Penyedia jasa perahu wisata terdapat disekitaran waduk. Biaya untuk naik perahu sendiri juga sangat terjangkau jadi anda tak perlu khawatir.
Foto-Foto
Panorama air dan perbukitan yang terdapat di Waduk Sangiran ini dapat menjadi spot foto yang indah. Jangan lewatkan aktivitas berswafoto dengan eksplor sudut instagenic yang keren dan kekinian di waduk tersebut.
Santap Kuliner
Pengunjung dapat menikmati warung penyedia makanan dan minuman di kawasan sekitaran bendungan, aneka makanan dan minuman bisa dipilih dan tentunya dengan harga yang terjangkau.
Hidangan dapat dinimati sambil menikmati hamparan perairan yang jernih dan luas serta hijaunya perbukitan yang cantik.
Apabila ingin berkunjung ke Waduk Sangiran ini dijamin tidak akan membuat kantong jebol.
Pasalnya obyek wisata satu ini dibuat tanpa tiket masuk alias gratis, waw menarik bukan?
Bukan hanya itu saja wisata waduk ini juga buka 24 jam nonstop, jadi anda bisa ksini kapanpun anda mau. (*)
Editor : Riana M.