Jawa Pos Radar Lawu - Benteng Van Den Bosch merupakan salah satu obyek wisata di Kota Ngawi yang mengandung nilai sejarah. Benteng ini merupakan sebuah peninggalan pada masa kolonial Belanda pada tahun 1825.
Benteng Van Den Bosch atau dikenal dengan nama Benteng Pendem Ngawi dibangun sekira pada abad ke-19.
Lokasinya berada di Kelurahan pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Benteng Pendem memiliki lokasi yang tidak jauh dari pusat kota Ngawi. Sekitar menempuh jarak 20 kilometer.
Jika ditempuh membutuhkan waktu kurang lebih 32 menit menggunakan kendaraan.
Lokasi benteng ini sangat strategis, yakni berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.
Dulu benteng ini digunakan sebagai hunian bagi tentara Belanda beserta kavalerinya yang dipimpin oleh Johannes van den Bosch.
Benteng Van Den Bosch dibangun diatas lahan seluas 15 Hektar dengan ukuran bangunan 165 meter kali 80 meter.
Benteng ini menampilkan keunikan dengan memiliki lebih dari 500 pintu, sebuah jumlah yang mengagumkan dan melebihi jumlah pintu yang ada di Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah.
Obyek wisata Benteng Van Den Bosch menjadi salah satu wisata yang masih digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Apalagi bagi penyuka tempat bersejarah cocok untuk dikunjungi, karena mengandung nilai sejarah masa lalu dan sebagai tempat untuk edukasi.
Bagi yang ingin mengabadikan foto tempat ini sangat cocok karena bangunannya unik yang sangat instagramable dengan konsep seperti berada dimasa lampau.
Dengan segala kekayaan sejarah dan keunikan yang dimilikinya, Benteng Van Den Bosch di Ngawi adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam sejarah Indonesia dan menikmati keindahan arsitektur kolonial yang megah.
Bagi kalian yang ingin berkunjung ke destinasi ini, Benteng Van Den Bosch buka setiap hari pukul 8 pagi sampai 5 sore.
Untuk harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp 10 ribu saja per orang, sepadan dengan pengalaman yang akan kalian dapatkan di dalamnya. (*)
Editor : Riana M.