Jawa Pos Radar Lawu - Ngabuburit menjadi salah satu tradisi Ramadan yang populer.
Ngabuburit sendiri merupakan momen dimana umat Muslim menunggu waktu berbuka puasa setelah berpuasa seharian.
Di Kota Denpasar ada salah satu spot favorit untuk jadi lokasi ngabuburit. Lokasi tersebut adalah Taman Kota Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Bali.
Taman kota ini memiliki suasana asri nan hijau dan air mancur di tengah kolam.
Air mancur tersebut berada di kolam berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 20 meter yang terletak di tengah area taman.
Selain itu di sisi kolam terpasang sejumlah pipa besi yang meluncurkan air hingga ketinggian 10 meter, dapat disaksikan setiap Sabtu dan minggu mulai pukul 18.00 - 21.00 WITA.
Tak hanya menjadi tempat rekreasi, taman kota juga menjadi tempat berolahraga seperti joging atau jalan kaki cepat. Fasilitas lain yang disediakan taman tersebut ada penunjang olah raga dan taman bermain anka-anak.
Suasana tersebut sangat cocok untuk jadi tempat menunggu waktu berbuka puasa.
Salah seorang pengunjung taman tersebut pun menjelaskan kenyamanan ngabuburit di Taman Kota Sewaka Dharma Lumintang.
"Sambil menikmati suasana hijau dan atraksi air mancur itu tidak terasa sudah waktu berbuka puasa," ujar Hasan Ramdani seorang pengunjung yang dikutip via ANTARA.
Untuk berbuka puasa, Hasan membawa bekal kurma dan air putih.
Untuk memasuki Taman Kota di Lumintang tidak dipungut biaya apapun.
Para pengunjug cukup membayar parkir sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat.
Bergeser ke Bali Utara, ada salah satu lokasi ngabuburit favorit di Kota Singaraja.
Mengutip Radar Buleleng, Taman Kota Singaraja menjadi tempat favorit untuk ngabuburit karena lokasinya yang strategis.
Para pengunjung bisa duduk santai menanti waktu berbuka di bangku yang tersedia.
Menjelang waktu berbuka puasa, pengunjung bisa jalan-jalan ke stand pedagang yang ada di Plaza Kuliner yang posisinya di sebelah utara alun-alun.
Anda juga bisa jalan-jalan di Jalan Werkudara, yang letaknya di sisi selatan Taman Kota.
Alternatif lainnya, ada pedagang jajanan yang berderet di Jalan Ngurah Rai. Tepatnya di eks bangunan Kamar Bola alias ballroom. (*)
Editor : Riana M.