Jawa Pos Radar Lawu - Akhir-akhir ini dengan banyaknya pencarian online yang digantikan dengan bantuan AI seperti ChatGPT dan Gemini, pembaca Wikipedia berkurang hingga hampir sepertiganya.
Dengan adanya AI chatbot dan search engine yang menjembatani antara pengguna dan sumber informasi, maka pengunjung laman Wikipedia pun menjadi semakin berkurang.
Imbasnya, laman Wikipedia terancam untuk ditutup karena kurangnya traction di internet yang menjadi sumber utama dana yang digunakan untuk menjaga website Wikipedia untuk tetap berjalan.
Dana dan Sukarelawan yang Tak Cukup
Wikipedia telah menjadi salah satu tempat penyimpanan segala macam informasi dan telah menjadi andalan bagi setiap orang untuk mencari tahu suatu hal.
Sejak tahun 2001, Wikipedia telah menjadi ensiklopedia online umum dan tempat untuk lebih dari 65 juta artikel dengan 340 bahasa yang dapat didukung.
Selama lebih dari 25 tahun, website ini bermodalkan donasi, revenue pengunjung, serta sukarelawan untuk menjaga website Wikipedia untuk tetap berjalan.
Semuanya diatur oleh Wikimedia Foundations, dengan bantuan sekitar 250.000 relawan aktif sebagai editor yang membuat artikel baru, serta memperbaharui setiap artikel secara berkala.
Namun, siapapun dapat mengedit artikel Wikipedia tanpa harus terdaftar sebagai editor. Asalkan perubahan yang dibuat harus disetujui oleh pihak Wikimedia, atau akan dirubah ulang seperti semula.
Walaupun bukan website yang benar-benar mampu untuk menjaga kredibilitas dan rentan untuk menyebarkan misinformasi akibat editan yang salah, website ini telah banyak berkontribusi untuk menyorot hal yang tidak banyak diketahui.
Namun, akhir-akhir ini, Wikipedia mengumumkan angka yang agak menghawatirkan mengenai dana dan relawan yang aktif dalam menjaga Wikipedia tetap berjalan.
Wikipedia didanai sepenuhnya dengan dana sukarelawan, donasi, serta sponsor dari pihak luar. Dana tersebut dikelola dan digunakan untuk gaji karyawan dan relawan, serta menjaga agar website tetap berjalan.
Akan tetapi, dengan banyaknya search engine berbasis AI, dan banyak pihak yang menginvestasikan ke dalam AI tersebut, dana yang dihasilkan mulai berkurang.
Baca Juga: 5 Situs Baca Komik Legal, Lebih Keren Baca Jadi Lebih Aman
Munculnya AI Search Engine
Search engine berbasis AI telah menjadi salah satu perdebatan di dalam dunia internet dan media artikel online.
Search engine seperti ChatGPT, Deepseek, hingga Google AI Overview telah mengubah bagaimana informasi dapat dicari secara online.
Yang dulunya search engine mencari hal yang paling sesuai dengan pencarian di bagian paling atas, kini di Google hal tersebut digantikan dengan Google AI Overview.
Seluruh hasil pencarian menggunakan AI tersebut diambil tanpa mencantumkan website dimana informasi tersebut diambil, sehingga pengunjung website yang terdampak pun menjadi semakin sedikit.
Alhasil, pengunjung Wikipedia semakin sedikit, banyak yang menganggap bahwa Wikipedia tidak diperlukan lagi, tak ada editor baru, dan akhirnya keberadaan Wikipedia pun menjadi terancam.
Tidak ada revenue yang dihasilkan oleh Wikipedia dari orang-orang yang mengunjungi situs t6ersebut, karena Wikipedia telah berkomitmen untuk menyediakan tempat informasi gratis tanpa adanya iklan ataupun paywall.
Tak hanya Wikipedia saja yang terdampak, melainkan juga website berita lokal, nasional, dan independen. Pengambilan tanpa sumber yang dilakukan oleh AI search engine tersebut juga menenggelamkan eksistensi website-website tersebut.
Selain itu, dengan maraknya investasi terhadap AI, Wikipedia juga terdampak. Yang dulunya mendapat sponsor dan hibah dari berbagai pihak untuk investasi nonprofit, sekarang berbalik untuk berinvestasi ke dalam AI tersebut.
Padahal AI tidak akan berfungsi apabila tidak ada website-website seperti Wikipedia sebagai sumber informasinya.
Jika tidak ada Wikipedia beserta berbagai website-website yang ditulis oleh manusia, maka AI search engine tidak akan bisa berfungsi.(*)
Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : The Tufts Daily, IEEE Spectrum, Wikipedia