Bukan Pestisida, “Baju Besi” untuk Tanaman Ini Bikin Stroberi Berbuah Lebih Banyak

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:29 WIB
Teknologi Plant Armor mampu meningkatkan hasil stroberi hingga 3,56 kali lipat (Gabriel Olawuyi, NC State University)
Teknologi Plant Armor mampu meningkatkan hasil stroberi hingga 3,56 kali lipat (Gabriel Olawuyi, NC State University)

Jawa Pos Radar Lawu - Bayangkan tanaman stroberi ditutupi kain yang tampak seperti pelindung, tetapi buahnya justru tumbuh jauh lebih banyak. Bukan pupuk tambahan atau pestisida baru yang digunakan, melainkan sebuah material tekstil tiga dimensi yang ditempatkan langsung di atas tanaman.

Teknologi bernama Plant Armor tersebut berhasil meningkatkan hasil stroberi hingga 3,56 kali lipat dibandingkan tanaman yang tidak diberi penutup dalam uji lapangan. Menariknya, kain ini dirancang tetap memungkinkan sinar matahari, air hujan, dan udara mencapai tanaman sekaligus menghalangi serangga.

Penelitian dari North Carolina State University (NC State) itu juga menunjukkan bahwa Plant Armor tidak memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tanaman selama pengujian. Teknologi tersebut berpotensi membantu petani mengurangi penggunaan pestisida dan air dalam budidaya stroberi.

Baca Juga: Semangka hingga Stroberi, Begini Cara Membuat Salad Buah Merah Putih yang Segar

Kain Pelindung yang Tidak Menghalangi Matahari

Plant Armor merupakan tekstil dengan struktur tiga dimensi dan berpori. Ketika dipasang di atas tanaman stroberi, material ini membentuk penghalang fisik yang menyulitkan serangga mencapai dan memakan tanaman.

Namun, peneliti tidak ingin lapisan tersebut justru menghalangi kebutuhan dasar tanaman.

Dalam uji lapangan di terowongan budidaya, tanaman yang dilindungi Plant Armor tetap memperoleh cahaya dalam jumlah yang cukup. Peneliti juga tidak menemukan penurunan ketersediaan cahaya atau perubahan kelembapan relatif yang merugikan tanaman.

Gabriel Olawuyi, peneliti di NC State sekaligus penulis utama studi, awalnya justru memperkirakan kain tersebut bisa mengurangi produksi buah.

"Untuk menghasilkan buah, tanaman membutuhkan sinar matahari," kata Gabriel Olawuyi, asisten peneliti pascasarjana di North Carolina State University sekaligus penulis utama penelitian tentang Plant Armor. "Kami memperkirakan kain Plant Armor yang tampak tidak tembus cahaya akan meningkatkan biomassa vegetatif dengan mengorbankan pembentukan buah karena berkurangnya sinar matahari dapat memicu respons 'penghindaran naungan'. Kondisi itu membuat tanaman mengalihkan energi untuk pertumbuhan batang dan daun, bukan produksi buah."

Namun, hasil percobaan memberikan hasil berbeda.

"Namun, kami menemukan bahwa kain tersebut sama sekali tidak menghambat akses terhadap cahaya, dan produksi buah meningkat secara signifikan."

Hasil Stroberi Bisa Naik Lebih dari Tiga Kali Lipat

Dalam pengujian selama tiga musim pertumbuhan, tanaman yang menggunakan Plant Armor menghasilkan buah hingga 3,56 kali lebih banyak dibandingkan tanaman tanpa penutup.

Peneliti juga menemukan efek lain yang cukup menarik. Plant Armor menghasilkan kondisi yang lebih hangat secara konsisten selama masa pertumbuhan.

Peningkatan suhu tersebut membantu tanaman mencapai fase pembentukan buah lebih cepat.

Panas Membantu Tanaman Lebih Cepat Berbuah

Tanaman membutuhkan akumulasi panas tertentu untuk melewati berbagai tahap perkembangan. Dalam pertanian, kebutuhan ini dapat dihitung menggunakan konsep satuan panas tumbuh atau growing degree-days.

Menurut Olawuyi, Plant Armor membantu tanaman memperoleh panas yang dibutuhkan secara lebih optimal sehingga proses perkembangannya berjalan lebih cepat.

"Tanaman membutuhkan sejumlah panas yang terakumulasi, yang dihitung sebagai 'satuan panas tumbuh', untuk melewati berbagai tahap perkembangan, termasuk pembentukan buah. Penutup tanaman kami terbukti dapat meningkatkan akumulasi tersebut," kata Olawuyi. "Tanaman berada dalam kondisi yang memungkinkan kebutuhan panas untuk melewati setiap tahap fenologis hingga menghasilkan buah terpenuhi secara optimal, sehingga produksinya jauh lebih banyak dibandingkan tanaman tanpa penutup."

Artinya, peningkatan hasil tidak semata-mata berasal dari perlindungan terhadap serangga. Kondisi mikro di sekitar tanaman juga tampaknya ikut membantu proses pertumbuhan dan pembentukan buah.

Serangga Sulit Menjangkau Tanaman

Salah satu fungsi utama Plant Armor adalah menciptakan penghalang fisik terhadap serangga.

Alih-alih menggunakan bahan kimia untuk membunuh atau mengusir hama, kain tersebut secara langsung membatasi akses serangga menuju tanaman.

Olawuyi mengatakan bahwa mekanisme ini berpotensi mengurangi kebutuhan terhadap pestisida konvensional di lahan pertanian.

Jika teknologi ini dapat diterapkan secara efektif dalam skala yang lebih luas, petani berpotensi memperoleh dua keuntungan sekaligus: tanaman lebih terlindungi dari serangga dan penggunaan pestisida dapat ditekan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tanaman, Ini Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut dan Kulit Kepala

Awalnya Bukan untuk Pertanian

Yang membuat perjalanan Plant Armor semakin menarik, teknologi tersebut sebenarnya tidak dibuat untuk tanaman.

Ide awalnya berasal dari penelitian tekstil untuk kebutuhan militer. Para peneliti sebelumnya mencoba mengembangkan bahan pakaian yang dapat membuat seragam tentara lebih tahan terhadap gigitan nyamuk sekaligus meningkatkan kenyamanan saat digunakan bersama pelindung tubuh.

Dari penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan kemungkinan penggunaan material yang sama untuk bidang pertanian.

R. Michael Roe, William Neal Reynolds Distinguished Professor di NC State sekaligus salah satu penulis penelitian, menggambarkan perjalanan tersebut:

"Perjalanan menuju Plant Armor bermula dari upaya membuat kain yang dipasang pada dada seorang tentara agar pelindung tubuh terasa lebih nyaman," kata Roe. "Kemudian, melalui proses coba-coba, kami menghasilkan produk yang berpotensi melipatgandakan hasil perkebunan stroberi di North Carolina."

Ia menambahkan:

"Kami tidak pernah bisa memprediksi hasil ini ketika memulainya. Tanpa semua orang di sini yang melakukan penelitian dan mengikuti bukti ilmiah, kami tidak akan sampai pada produk ini."

Potensi Mengurangi Pestisida dan Air

Peningkatan hasil bukan satu-satunya alasan teknologi ini menarik.

Karena Plant Armor berfungsi sebagai penghalang terhadap serangga, petani berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pestisida untuk melindungi tanaman stroberi. Selain itu, teknologi tersebut juga disebut memiliki potensi untuk membantu mengurangi penggunaan air dalam produksi pertanian.

Namun, hasil penelitian saat ini masih berasal dari uji lapangan pada tanaman stroberi. Diperlukan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana teknologi tersebut bekerja dalam kondisi pertanian yang berbeda dan pada skala yang lebih luas.

Dari Seragam Militer ke Kebun Stroberi

Perjalanan Plant Armor menjadi contoh bagaimana penelitian di satu bidang dapat menghasilkan teknologi yang sama sekali berbeda dari tujuan awalnya.

Material yang awalnya dikembangkan untuk membuat pakaian militer lebih nyaman dan melindungi dari gigitan serangga akhirnya diuji sebagai pelindung tanaman.

Penelitian tersebut merupakan kolaborasi antara NC State College of Natural Resources, Wilson College of Textiles, dan College of Agriculture and Life Sciences.

Studi berjudul Kain Tekstil Berpori Tiga Dimensi Rajutan untuk Meningkatkan Produksi Buah Stroberi dan Mencegah Serangan Serangga diterbitkan dalam jurnal Agriculture pada 2026. Material Plant Armor Gen 2 yang digunakan dalam penelitian tersebut juga telah dipatenkan oleh NC State dan dilisensikan untuk pengembangan komersial.

Untuk sementara, temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan fisik menggunakan tekstil dapat memberikan efek yang lebih besar dari sekadar menghalangi hama. Dalam percobaan, tanaman stroberi yang berada di balik “armor” tersebut justru menghasilkan buah jauh lebih banyak, dengan peningkatan hingga 3,56 kali lipat.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
tanaman sains stroberi teknologi pertanian pertanian