Jawa Pos Radar Lawu - Keputusan Willie Salim menjalani sunat di usia 24 tahun menjadi perhatian publik.
Proses yang identik dengan masa kanak-kanak itu justru ia jalani ketika sudah dewasa.
Di balik keputusannya, Willie mengaku sempat diliputi rasa takut sebelum akhirnya mantap menjalani prosedur tersebut.
Kondisi Willie kini berangsur membaik setelah menjalani sunat. Ia bahkan sudah bisa berjalan, meski masih merasakan sedikit nyeri.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Willie menyebut faktor kesehatan menjadi salah satu pertimbangan yang membuatnya memilih menjalani sunat.
Tak hanya itu, kreator konten tersebut juga mengungkap adanya sosok yang turut memberikan arahan sebelum dirinya mengambil keputusan.
Menjalani sunat di usia dewasa menjadi pengalaman tersendiri bagi Willie Salim. Ia mengaku sempat merasa tegang ketika membayangkan proses yang akan dijalaninya.
Rasa takut tersebut muncul sebelum prosedur berlangsung. Meski demikian, Willie akhirnya memberanikan diri untuk menjalani sunat setelah mempertimbangkan sejumlah hal.
Salah satu alasan yang mendasari keputusannya adalah manfaat sunat bagi kesehatan.
Pertimbangan tersebut membuat Willie semakin yakin untuk menjalani prosedur yang sebelumnya sempat membuatnya khawatir.
Setelah proses sunat selesai, kondisi Willie perlahan membaik. Ia sudah dapat berjalan dan menjalani aktivitas ringan, meskipun rasa nyeri masih dirasakan.
Di balik keputusan menjalani sunat, Willie turut menyebut nama Ustaz Derry Sulaiman. Sosok tersebut diketahui menjadi guru yang selama ini memberikan bimbingan kepadanya.
Arahan dari Ustaz Derry menjadi salah satu hal yang disampaikan Willie ketika menceritakan keputusannya.
Namun, Willie menegaskan bahwa keinginan untuk menjalani sunat juga berasal dari dirinya sendiri. Ia memiliki pertimbangan pribadi, terutama berkaitan dengan kesehatan.
Keputusan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari publik mengenai kemungkinan Willie Salim memeluk agama Islam atau menjadi mualaf.
Saat mendapat pertanyaan mengenai rencana tersebut, Willie tidak memberikan jawaban secara terbuka. Ia justru menegaskan dukungan yang diterimanya dari orang-orang terdekat.
Tak berhenti pada proses sunat, Willie Salim juga mengungkap bahwa dirinya telah mengikuti acara syukuran.
Bahkan, ia menyebut sempat diarak dalam kegiatan tersebut. Pengalaman itu menambah cerita di balik keputusannya menjalani sunat pada usia 24 tahun.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : viva.co.id