Jawa Pos Radar Lawu - Tapas, situs webcomic yang berorientasi pada pasar bahasa Inggris dari Korea Selatan akan ditutup pada akhir 2026.
Hal ini menjadi berita yang menggencangkan, baik bagi kreator yang telah mempublikasikan karyanya ataupun user yang telah berlangganan di situs tersebut.
Baca Juga: Indonesia Patut Bangga! 6 Komik Karya Anak Bangsa Ini Meledak di Webtoon, Udah Baca Belum?
Gagal Bersaing? Mengapa Ditutup?
Tapas, yang dulunya dikenal sebagai Tapastic dan Comic Panda, adalah situs webcomic dari perusahaan Korea Selatan.
Website dan aplikasinya dimiliki oleh Tapas Entertainment, subsidiari dari Kakao Entertainment.
Tapas berdiri pada tahun 2012 oleh Young-Jun Jang dan Chang Kim yang sekarang menjabat sebagai CEO dari Tapas Media.
Situs ini bersaing dengan raksasa situs komik lainnya, yang dimana rivalnya dahulu di pasar Amerika Utara adalah Webtoon (dulunya Naver).
Tapas sendiri merupakan cabang dari Kakao Entertainment yang berfokus untuk menyediakan layanan hosting webcomic bagi pangsa pasar berbahasa Inggris, terutama di Amerika Utara dan Eropa.
Walaupun menjadi salah satu pionir bagi bisnis market webcomic berbahasa inggris dengan style manga/manwha/donghua, mereka masih kalah bersaing dengan Webtoon.
Dengan kurangnya penghasilan, penarikan investasi dari market Amerika Utara, dan konten yang repetitif, Tapas Media pun akhirnya berencana menutup Tapas pada akhir 2026 mendatang.
Kakao Media akan berfokus pada bisnis di Korea Selatan dan mengembangkan Piccoma, platform webcomic berbahasa Jepang mereka yang sukses.
Baca Juga: Irfan Ghafur: Komika Kreatif yang Viral dengan Gaya 'Nyempil' di Foto Orang
Panik dan Tak Terima Ditutup
Tentunya seluruh pengguna Tapas, baik kreator maupun user pembaca, kaget dengan pengumuman mendadak tersebut.
Dengan tutupnya Tapas, tempat untuk hosting webcomic yang dapat menjadi penghasilan mereka berkurang satu, terutama bagi pangsa pasar berbahasa Inggris.
Mengutip BigGo Finance, Tapas telah menjadi tempat publikasi dan hosting untuk lebih dari 100.000 judul dari 75.000 kreator, dengan 10 juta user kumulatif yang terdaftar.
Kebanyakan dari webcomic yang terpublikasikan merupakan webcomic dengan genre Romance dan Fantasy.
Dengan platform dan user pengguna sebesar itu, tentunya banyak yang tidak terima Tapas ditutup.
Discord server official Tapas pun tak luput dari riuh ricuh, dengan berbagai kreator mengumumkan pemindahan webcomic mereka ke platform lain.
Ada pula yang saling berbagi tips untuk membuat platform hosting webcomic mandiri untuk webcomic mereka.
Meskipun begitu, tetap tidak mudah untuk membuat platform self-hosting. Selain itu mereka juga kehilangan revenue (penghasilan) dari webcomic mereka di Tapas.
"Aku punya 7 ribu subscribers dan lebih dari satu juta views di Tapas," ucap salah satu kreator di Tapas "akan 'poof', hilang begitu saja"
Baca Juga: 5 Situs Baca Komik Legal, Lebih Keren Baca Jadi Lebih Aman
Apa Hasil dari Tutupnya Tapas?
Tak hanya kreator yang kehilangan platform dan penghasilan, para pembaca pun juga kehilangan tempat untuk membaca webcomic berbahasa Inggris dengan akses yang mudah.
Sangat jarang ada platform bagus yang menyediakan layanan untuk market webcomic berbahasa Inggris, khususnya area Amerika Utara (AS dan Kanada) dan Eropa.
Tak hanya itu, dengan ditutupnya Tapas, berkuranglah salah satu pesaing dalam market webcomic berbahasa Inggris. Sehingga raksasa webcomic lainnya seperti Webtoon akan semakin bermonopoli dan berbuat semena-mena.
Dengan terpuruknya market webcomic berbahasa Inggris, banyak kreator yang bingung karena tidak adanya platform yang mudah dan terpercaya untuk tempat hosting berpenghasilan bagi webcomic mereka.(*)
*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : kotaku.com, Comicsbeat