Jawa Pos Radar Lawu - Lagu dangdut tak selalu hadir hanya untuk mengajak bergoyang.
Ada pula cerita tentang hubungan yang rumit, perasaan yang berubah-ubah, hingga seseorang yang dibuat bingung oleh sikap pasangannya.
Cerita semacam itu dibawa King Nassar lewat single terbarunya, “Astaga Naga”.
Lagu tersebut menjadi karya terbaru Nassar yang mengangkat kisah asmara dengan suasana penuh kebimbangan dan ketidakpastian.
“Astaga Naga” resmi dirilis pada Senin, 14 September 2026 melalui kanal YouTube Trinity Optima Production.
Sejak diperkenalkan kepada penikmat musik, lagu tersebut mulai mendapat perhatian.
Hingga kini, video “Astaga Naga” telah ditonton sekitar 395 ribu kali di YouTube.
Angka tersebut menunjukkan lagu terbaru Nassar mulai menjangkau pendengar dangdut.
Dari Rasa Sayang hingga Sikap yang Berubah
Cerita dalam “Astaga Naga” berpusat pada hubungan yang sulit ditebak. Satu waktu, pasangan menunjukkan rasa sayang dan cinta.
Baca Juga: Lesti Kejora Rilis Lagu Baru, Karier di Dunia Dangdut Makin Bersinar
Namun, keadaan berubah ketika malam datang. Sosok yang sebelumnya memberikan perhatian justru menghilang tanpa kabar.
Perubahan sikap tersebut membuat hubungan terasa semakin membingungkan.
Perasaan yang semula dipenuhi kasih sayang perlahan bercampur dengan rasa kesal karena tidak mendapatkan kepastian.
Nassar membawa situasi tersebut ke dalam lirik dengan pilihan kata yang ringan dan dekat dengan percakapan sehari-hari.
Bagian awal lagu langsung menggambarkan bagaimana seseorang menghadapi pasangan yang sulit ditebak.
- Kau udang dibalik batu
- Kau seperti mati lampu
- Kau bolak balik hatiku
- Tak sadarkah kau siksa perasaanku
Cerita kemudian bergerak pada perubahan sikap yang terjadi sepanjang hari.
Pagi masih dihiasi perhatian. Siang dan sore kembali datang dengan ungkapan cinta. Namun, ketika malam tiba, sosok tersebut justru menghilang.
- Pagi pagi bilang sayang
- Siang sore bilang cinta
- Malam-malam kau menghilang
- Kau terbang melayang kau buatku gila
“Astaga Naga” Jadi Bagian yang Mudah Diingat
Di tengah cerita asmara yang membingungkan itu, muncul bagian yang menjadi pengulangan utama dalam lagu.
Kata “Astaga naga” muncul berulang kali dan menjadi bagian yang paling mudah dikenali dari single tersebut.
- Astaga naga astaga naga astaga naga naga
- Astaga naga astaga naga astaga naga naga
Pengulangan tersebut kemudian membawa lagu kembali pada cerita tentang hubungan yang belum menemukan arah.
Baca Juga: Chemistry Manis Eby DA5 dengan Zahra DA7 di Balik Panggung Dangdut Academy 8
Bukan hanya soal rasa kecewa, lirik “Astaga Naga” juga menyimpan pertanyaan mengenai keputusan yang harus diambil.
Ketika Pilihan untuk Melepaskan Mulai Muncul
Hubungan yang tidak kunjung memberikan kepastian akhirnya membuat munculnya pilihan untuk berhenti.
Tokoh dalam lagu mulai mempertanyakan apakah hubungan tersebut masih perlu dipertahankan atau justru harus dilepaskan.
- Jauh jauh burung terbang
- Tapi masih ingat pulang
- Haruskah aku putuskan
- Untuk aku lepaskan
Cerita tersebut kemudian dilanjutkan dengan ungkapan yang menggambarkan bahwa setiap tindakan pada akhirnya memiliki konsekuensi.
- Sepandai tupai melompat
- Pasti akan jatuh juga
- Biar Tuhan menentukan
- Akhir cerita kita
Bagian tersebut memberikan arah berbeda pada kisah yang sejak awal dipenuhi kebingungan.
Single Terbaru Nassar Sudah Ditonton Ratusan Ribu Kali
Sejak dirilis pada 14 September 2026, “Astaga Naga” terus mendapatkan perhatian dari pendengar melalui YouTube Trinity Optima Production.
Jumlah penonton yang telah mencapai sekitar 395 ribu kali membuat single tersebut menjadi salah satu karya terbaru
King Nassar yang mulai banyak diperbincangkan di kalangan penikmat dangdut.
Lagu ini juga kembali menunjukkan sisi lain dari musik dangdut.
Cerita cinta yang sederhana dapat dikemas melalui lirik yang ringan, permainan kata, dan bagian refrein yang mudah diingat.
Kisah Cinta yang Berakhir pada Ketidakpastian
Jika ditarik dari keseluruhan lirik, “Astaga Naga” bercerita tentang seseorang yang berada di tengah hubungan penuh tanda tanya.
Ada rasa cinta yang masih dipertahankan. Ada pula rasa lelah karena pasangan tidak memberikan kepastian.
Di satu sisi, hubungan tersebut masih menyisakan harapan. Namun di sisi lain, sikap yang berubah-ubah membuat keputusan untuk melepaskan mulai muncul.
Dari ungkapan tentang pasangan yang sulit ditebak, perubahan sikap dari pagi hingga malam.
Sampai pilihan untuk menyerahkan akhir hubungan kepada Tuhan, “Astaga Naga” menjadi cerita tentang cinta yang belum menemukan kepastian.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : merahputih.com, berbagai sumber