Tak Bisa Bertahan Lama, Stasiun Luar Angkasa Legendaris ISS akan Tutup Usia di Tahun 2030

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB
Internatinal Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional (NASA)
Internatinal Space Station (ISS) atau Stasiun Luar Angkasa Internasional (NASA)

Jawa Pos Radar Lawu - Stasiun luar angkasa legendaris ISS (Internasional Space Station) resmi akan pensiun pada tahun 2030.

Setelah peninjauan ulang selama bertahun, NASA akhirnya telah memantapkan keputusan untuk di de-orbitkan dan diarahkan untuk jatuh secara aman kembali ke bumi.

Baca Juga: Ledakan Raksasa di Matahari Ganggu Bumi, Peluncuran Roket New Glenn Terpaksa Dibatalkan!

Lebih dari 25 Tahun Beroperasi, Mulai Menua

Stasiun yang telah ada sejak 1998 ini tentunya sudah sangat tua dibandingkan dengan satelit-satelit lainnya yang diluncurkan akhir-akhir ini.

Berbagai negara selain Amerika Serikat telah ikut andil dalam perkembangannya, dan tanpa bantuan negara lain, ISS sendiri tidak akan terbentuk dan menjadi sebesar sekarang.

Berbagai negara telah ikut andil, diantaranya Rusia (Roscosmos), Jepang (JAXA), Kanada (CSA), dan negara-negara Uni Eropa (ESA)

Berbagai kontribusi mulai dari astronot hingga bagian dari stasiun itu sendiri telah mengubah ISS menjadi suatu wadah kolaborasi internasional.

Dampak dan pengaruh besar dari didirikannya ISS, stasiun luar angkasa tersebut secara tidak langsung menjadi simbol persatuan antar umat manusia.

Namun, semakin menuanya stasiun tersebut, semakin berbahaya pula untuk ditempati sebagai tempat penelitian maupun singgah sementara di luar angkasa.

Dengan teknologi yang semakin menua, serta peluruhan orbit (orbital decay), ISS tidak lagi aman untuk beroperasi.

Selain itu, banyaknya pula isu teknis seperti kebocoran dan jamur yang menjadi masalah, dan banyak yang sudah tidak bisa diperbaiki, pertimbangan agar stasiun luar angkasa tersebut pensiun pun diajukan.

Baca Juga: Tiga Siswa SMKN 4 Pontianak Ukir Sejarah, Roket Nusantara Sukses Tembus Lebih dari 1 Kilometer!

Akhir dari Misi Panjang ISS

Telah banyak upaya yang dilakukan oleh NASA untuk memperpanjang masa hidup dan operasional ISS.

Meskipun hanya dibuat untuk beroperasi selama 15 tahun pada awalnya, ISS mendapat 2 kali perpanjangan misi di tahun 2015 dan 2018.

Namun tentunya, hal tersebut tidak menyangkal bahwa biaya operasional dan kerusakan akibat penuaan akan semakin besar, dan risiko korban jiwa akan semakin besar pula.

Hingga pada akhirnya pada tahun 2030 ISS akan resmi di de-orbitkan untuk jatuh kembali ke bumi secara aman dengan wahana khusus.

Telah banyak pula usaha preservasi bagian-bagian ISS yang masih bisa diselamatkan untuk diabadikan di museum, namun sebagian besar tidak mampu untuk dibawa kembali secara aman.

Sebagian besar yang tak bisa diselamatkan nantinya akan dijatuhkan secara terkontrol ke lautan tak berpenghuni bernama "Point Nemo" yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Baca Juga: Meteor Jatuh di Cirebon Disertai Dentuman Keras, BRIN Ungkap Fakta Sebenarnya

Setelah ISS, apa Kelanjutannya?

Setelah pensiunnya ISS, berbagai organisasi antariksa baik nasional maupun swasta mulai bertanya bagaimana kelanjutan dari misi antariksa berikutnya.

Tanpa adanya ISS, wadah kolaborasi internasional tersebut akan hilang.

Namun ada pula industri antariksa privat SpaceX akan membantu misi-misi penelitian dan penjelajahan luar angkasa selanjutnya.

Selain itu terdapat pula peluang untuk negara lain untuk mendirikan stasiun luar angkasa mereka sendiri.

Salah satunya seperti CMSA (China) dengan stasiun luar angkasanya yang bernama stasiun Tiangong yang diluncurkan tahun 2021 lalu.(*)

*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : nasa.gov
iss stasiun luar angkasa nasa