Jawa Pos Radar Lawu - Sorotan lampu panggung Dangdut Academy 8 menjadi saksi perjalanan Clara Langkat dalam mengejar mimpinya. Peserta asal Langkat, Sumatera Utara, ini tak hanya datang membawa suara merdu dan pesona panggung, tetapi juga semangat besar yang tumbuh dari perjuangan kedua orang tuanya.
Clara kini menjadi salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian di ajang Dangdut Academy 8.
Kemampuan vokalnya yang menjanjikan, ditambah penampilan menarik dan pembawaan diri yang memikat, membuat sosoknya semakin dikenal oleh penonton.
Clara Langkat Tampil Menonjol di Dangdut Academy 8
Perjalanan Clara di panggung D’Academy 8 menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensinya sebagai penyanyi dangdut.
Tak sekadar mengandalkan kualitas suara, Clara berusaha menghadirkan penampilan yang lengkap setiap kali berdiri di atas panggung.
Ekspresi, penghayatan lagu, hingga gestur menjadi bagian yang diperhatikannya untuk membangun hubungan emosional dengan penonton.
Penampilan prima tersebut menjadi salah satu kekuatan Clara dalam menghadapi persaingan di kompetisi dangdut tersebut.
Setiap kesempatan tampil dimanfaatkannya untuk membuktikan kemampuan dan menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan peserta lain.
Pesona dan Penampilan Jadi Daya Tarik
Selain memiliki kemampuan bernyanyi, Clara juga mendapat perhatian berkat paras cantik dan penampilannya yang menawan.
Pesona visual tersebut menjadi nilai tambah yang semakin memperkuat daya tariknya ketika tampil di atas panggung.
Kombinasi antara vokal, ekspresi, penghayatan, dan penampilan membuat Clara memiliki karakter tersendiri di mata penonton.
Baca Juga: Anya Geraldine Nyanyikan Lagu Ikonik Jablai di Film Mendadak Dangdut, Catat Tanggal Tayangnya
Hal itu pula yang membuat namanya semakin sering menjadi perhatian selama mengikuti kompetisi Dangdut Academy 8.
Perjuangan Orang Tua Jadi Sumber Semangat
Clara mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh cuci karpet. Mereka juga melayani pekerjaan mencuci karpet yang digunakan dalam berbagai acara, termasuk pesta pernikahan.
Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarga Clara. Untuk setiap karpet berukuran 11 meter, kedua orang tuanya disebut memperoleh bayaran sekitar Rp1.500 per orang.
Jika bekerja bersama, ayah dan ibu Clara mendapatkan sekitar Rp3.000 untuk satu karpet. Dalam sehari, keduanya dikabarkan sanggup mencuci hingga 80 karpet.
Perjuangan tersebut menjadi sumber motivasi besar bagi Clara untuk mengikuti kompetisi D’Academy 8. Ia ingin memberikan yang terbaik dan menjadikan perjuangan kedua orang tuanya sebagai kekuatan untuk terus melangkah.
Tembus Top 21 dan Raih Standing Ovation
Perjalanan Clara Langkat di Dangdut Academy 8 semakin menarik setelah dirinya berhasil melangkah hingga babak Top 21.
Pada fase tersebut, Clara tergabung dalam Grup 3 bersama Alexa, Rangga, Ari, dan Melani.
Persaingan pun semakin ketat karena setiap peserta harus memberikan penampilan terbaik untuk mempertahankan langkah di kompetisi.
Dalam salah satu penampilannya, Clara membawakan lagu “Habis Gelap Terbitlah Terang” ciptaan Rhoma Irama. Aksi panggungnya berhasil menarik perhatian para juri hingga mendapatkan tiga standing ovation.
Baca Juga: Audisi D Academy 7 Telah Dibuka, Jalan Menuju Bintang Dangdut
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Clara untuk melanjutkan perjalanan di Dangdut Academy 8. Berkat penampilannya, peserta asal Langkat, Sumatera Utara, itu dinyatakan berhasil lolos ke babak berikutnya.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : topik.id