Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah lagu lama bisa saja kembali muncul di tengah percakapan publik tanpa direncanakan. Hal itu kini dialami “Geboy Mujair”, lagu dangdut yang dibawakan Ayu Ting Ting dan kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Lagu yang dirilis pada 2014 tersebut kembali mendapat perhatian setelah Carmen Hearts2Hearts, idol asal Indonesia yang berkarier di Korea Selatan, merekomendasikannya kepada penggemar.
Carmen menyebut lagu tersebut cocok didengarkan saat seseorang membutuhkan semangat.
Rekomendasi itu disampaikan melalui platform Weverse. Seorang penggemar sebelumnya meminta lagu yang bisa membangkitkan suasana hati karena sedang menjalani hari yang berat.
Carmen kemudian menjawab dengan menyarankan “Geboy Mujair” milik Ayu Ting Ting.
Unggahan Carmen langsung menarik perhatian penggemar, terutama dari Indonesia.
Banyak warganet kembali mencari lagu “Geboy Mujair”, membagikan potongannya, dan membicarakan liriknya di berbagai platform digital.
Popularitas lagu tersebut kemudian sampai ke telinga Ayu Ting Ting. Melalui Instagram Story, Ayu merespons rekomendasi Carmen dengan memberikan tanda hati serta menandai akun Hearts2Hearts.
Momen itu membuat hubungan antara musik dangdut Indonesia dan penggemar K-pop terasa semakin dekat.
Baca Juga: Andre Taulany Ungkap Alasan Pilih Ayu Ting Ting untuk Duet Bersama di Lagu 'Nurlela'
Lagu yang sudah lebih dari satu dekade dirilis tersebut kembali menemukan pendengar baru melalui rekomendasi seorang idol.
“Geboy Mujair” bukan lagu dengan tema patah hati yang dikemas secara melankolis. Lagu ini justru membawa cerita sederhana dengan sentuhan jenaka dan irama yang mudah diingat.
Lagu tersebut berkisah tentang seorang pria bernama Mustofa yang sedang patah hati setelah ditinggalkan kekasihnya. Untuk menghibur diri, ia mencari suasana baru lewat pertunjukan seorang biduan.
Bagi Ayu Ting Ting, perhatian baru terhadap “Geboy Mujair” tentu menjadi kabar yang menyenangkan.
Responsnya melalui Instagram Story menunjukkan bahwa ia mengetahui lagu tersebut kembali ramai setelah direkomendasikan Carmen.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : berbagai sumber