Jawa Pos Radar Lawu - Nama Hajime Kondoh mungkin tidak langsung dikenal banyak orang. Namun, sosok yang akrab disapa Papa Udon tersebut menjadi perhatian publik karena kisah hidupnya bersama Fanny Kondoh.
Perjalanan mereka bukan hanya bermula dari sebuah restoran, tetapi juga melewati perbedaan usia, pernikahan, keputusan memeluk Islam, perjuangan melawan kanker, hingga penantian panjang untuk mendapatkan buah hati.
Kehidupan Papa Udon bersama Fanny Kondoh kemudian banyak dibagikan melalui media sosial. Kisah tersebut membuat sosok Hajime Kondoh semakin dikenal oleh warganet, terutama setelah perjuangannya melawan penyakit dan perjalanan pasangan ini untuk memiliki anak.
Berikut biodata dan profil Papa Udon dari berbagai informasi dalam sumber.
1. Siapa Papa Udon?
Papa Udon merupakan nama panggilan yang melekat pada Hajime Kondoh, seorang profesional asal Jepang yang memiliki perjalanan karier panjang di industri restoran.
Julukan tersebut semakin populer setelah Hajime kerap hadir dalam konten yang dibagikan Fanny Kondoh. Keduanya kemudian dikenal warganet dengan sebutan Papa dan Mama Udon.
Nama Papa Udon tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya di industri restoran udon. Kehidupan pribadinya bersama Fanny juga membuat sosok Hajime semakin mendapat perhatian publik.
2. Lahir di Jepang pada 1970
Hajime Kondoh lahir di Jepang pada 12 Desember 1970. Sebagian perjalanan profesionalnya kemudian berlangsung di Indonesia, tempat ia mengembangkan karier di bidang bisnis restoran.
Hajime dan Fanny diketahui memiliki perbedaan usia sekitar 25 tahun. Kendati demikian, perbedaan usia tersebut tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk membangun hubungan hingga akhirnya menikah.
3. Perjalanan Karier di Industri Kuliner
Sebelum menjadi CEO Marugame Udon Indonesia, Hajime telah memiliki pengalaman panjang dalam bisnis kuliner internasional.
Kariernya dimulai dari dunia dapur. Pada 2001, ia bekerja sebagai kepala chef di Osaka. Tiga tahun kemudian, Hajime dipercaya menjadi Manajer Pengembangan Luar Negeri Toridoll Holdings Corporation, posisi yang dijalaninya hingga 2014.
Pengalamannya juga membawanya ke berbagai negara, termasuk:
- China
- Korea Selatan
- Vietnam
- Australia
- Amerika Serikat
Berbagai pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman mengenai karakter pasar kuliner di sejumlah negara.
Memulai Ekspansi Marugame Udon di Indonesia
Perjalanan Hajime di Indonesia semakin penting ketika pada 2012 ia mulai melihat peluang bisnis sekaligus mencari mitra untuk mengembangkan usaha restoran.
Setahun kemudian, gerai pertama Marugame Udon di Indonesia resmi dibuka di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.
Karier Hajime kemudian terus berkembang. Pada 2014, ia menjabat sebagai General Manager PT Sriboga Marugame Indonesia. Selanjutnya, pada 2021, ia dipercaya menduduki posisi CEO.
Di bawah kepemimpinannya, jaringan Marugame Udon di Indonesia berkembang hingga mencapai sekitar 100 gerai.
4. Bertemu Fanny Kondoh di Restoran
Kisah cinta Hajime dan Fanny bermula pada. Saat itu, Fanny bekerja sebagai kasir di salah satu restoran Marugame Udon di Semarang. Sementara itu, Hajime masih menjabat sebagai General Manager.
Baca Juga: Profil Brisia Jodie dan Perjalanan dari Indonesian Idol hingga Menjadi Ratu Balada Patah Hati
Pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Fanny. Ia bahkan mengaku mulai memiliki perasaan kepada Hajime sejak pertama kali berjabat tangan.
Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika Fanny melihat langsung sikap Hajime dalam bekerja. Sebagai seorang atasan, Hajime disebut tidak segan turun tangan membantu pekerjaan di restoran, termasuk membersihkan meja.
Sikap sederhana tersebut justru menjadi salah satu hal yang membuat Fanny tertarik kepada pria yang kemudian menjadi suaminya.
5. Menikah pada 2017
Hubungan keduanya berlanjut ke tahap yang lebih serius. Setelah menjalani pendekatan sejak 2015, Hajime dan Fanny akhirnya menikah pada 2017.
Kehidupan rumah tangga mereka kemudian beberapa kali dibagikan Fanny melalui media sosial. Dari sinilah panggilan Mama Udon dan Papa Udon semakin dikenal oleh publik.
Sebelum menikah dengan Fanny, Hajime diketahui pernah menikah dan telah memiliki 3 anak.
6. Memutuskan Menjadi Mualaf
Salah satu bagian penting dalam kehidupan Hajime adalah keputusannya untuk memeluk agama Islam.
Sebelum menikah dengan Fanny, Hajime disebut mulai serius mempelajari Islam. Ia bahkan membeli Al-Qur'an dan buku berbahasa Jepang yang membahas Rasulullah.
Keputusan tersebut semakin mantap setelah sebuah momen emosional terjadi menjelang pernikahan. Hajime sempat mengalami demam tinggi selama lima hari hingga harus terbaring sakit.
Dalam kondisi tersebut, Fanny menyampaikan keinginannya agar hubungan mereka tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi juga dapat dipertemukan kembali di surga.
Ucapan tersebut menyentuh hati Hajime. Pada 2017, ia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang muslim sebelum menjalani kehidupan rumah tangga bersama Fanny.
7. Lima Tahun Berjuang Melawan Kanker
Di balik kesibukannya sebagai pengusaha, Hajime juga menghadapi perjuangan berat dalam kehidupan pribadinya. Ia diketahui didiagnosis menderita kanker kandung kemih pada 2020.
Selama sekitar lima tahun, Hajime menjalani perjuangan menghadapi penyakit tersebut. Kondisi kesehatannya kemudian menjadi salah satu bagian dari kisah yang dibagikan Fanny kepada publik melalui media sosial.
Perjuangan melawan penyakit berlangsung bersamaan dengan kehidupan rumah tangga serta harapan mereka untuk memiliki anak.
8. Menanti Anak Selama Bertahun-tahun
Hajime dan Fanny juga menjalani perjalanan panjang untuk mendapatkan keturunan. Keduanya diketahui telah menantikan kehadiran anak selama sekitar 9 tahun.
Berbagai upaya dilakukan, termasuk menjalani program bayi tabung. Dalam proses tersebut, Fanny menjalani embrio transfer ketika kondisi kesehatan Hajime sudah semakin menurun akibat kanker.
Perjalanan tersebut menjadi semakin emosional karena keduanya harus menghadapi proses mendapatkan buah hati di tengah kondisi kesehatan Hajime yang terus memburuk.
9. Hajime Kondoh Meninggal Dunia pada 2024
Perjuangan Hajime melawan kanker akhirnya berakhir pada 15 Oktober 2024. Ia meninggal dunia pada usia 54 tahun di Tzu Chi Hospital, Jakarta Utara, sekitar pukul 23.33 WIB.
Kabar duka tersebut kemudian disampaikan Fanny melalui media sosial. Kepergian Hajime meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang mengikuti perjalanan hidup pasangan tersebut.
Sebelum meninggal, Hajime diketahui memiliki keinginan untuk meninggal dan dimakamkan di Indonesia. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan oleh Fanny.
10. Nama Anak Telah Disiapkan Sebelum Hajime Meninggal
Baca Juga: Profil Lyodra Ginting, Dari Juara Kompetisi hingga Menjadi Diva Muda Indonesia yang Mendunia
Kisah perjuangan Hajime dan Fanny ternyata masih berlanjut setelah kepergiannya.
Fanny kemudian mengetahui bahwa dirinya hamil setelah Hajime meninggal dunia. Kehamilan tersebut menjadi kabar yang sangat berarti karena merupakan buah dari perjuangan panjang mereka menjalani program bayi tabung.
Pada 3 Juli 2025, Fanny melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Kazuki Musa Kondoh.
Nama tersebut ternyata telah disiapkan oleh Hajime sebelum meninggal. Hal ini membuat kelahiran sang buah hati menjadi momen yang semakin emosional bagi Fanny dan keluarga.
Dalam kondisi kritis sebelum meninggal, Hajime juga disebut tetap mendoakan agar Fanny dan calon anak mereka selalu mendapatkan perlindungan dari Allah.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Sumber : popmama.com