Profil NOAH dan Jejak Panjang yang Tak Terhapus: Dari Peterpan hingga Memilih Hiatus

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09 WIB
Potret Penyanyi NOAH
Potret Penyanyi NOAH

Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah lagu terkadang tidak sekadar terdengar di telinga, tetapi ikut menjadi bagian dari perjalanan hidup pendengarnya. Bagi jutaan orang Indonesia, lagu-lagu seperti "Mimpi Yang Sempurna", "Ada Apa Denganmu", hingga "Separuh Aku" pernah mengisi berbagai fase kehidupan. Di balik lagu-lagu tersebut terdapat perjalanan panjang sebuah grup yang kemudian dikenal sebagai NOAH.

Berakar dari Bandung, Jawa Barat, NOAH tumbuh menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah musik pop-rock Indonesia. Formasi terakhirnya terdiri atas Ariel sebagai vokalis dan gitaris, Lukman sebagai gitaris utama, serta David Kurnia Albert yang memainkan kibor dan synthesizer.

Namun, perjalanan mereka sebenarnya dimulai jauh sebelum nama NOAH digunakan.

Peterpan Menjadi Awal Sebuah Fenomena

Pada 2000, grup yang kelak menjadi NOAH berdiri dengan nama Peterpan. Perjalanan menuju popularitas nasional mulai terlihat ketika mereka merilis album Taman Langit pada 2003.

Setahun berselang, momentum besar datang melalui Bintang di Surga. Album tersebut menjadi fenomena dengan penjualan fisik yang sangat besar dan memperkenalkan sejumlah lagu yang kemudian melekat kuat dalam ingatan publik.

“Mimpi Yang Sempurna” hingga “Yang Terdalam”

Beberapa lagu dari era Peterpan seperti "Mimpi Yang Sempurna", "Ada Apa Denganmu", "Mungkin Nanti", dan "Yang Terdalam" berhasil menjadi lagu yang terus didengarkan lintas generasi.

Kekuatan utama Peterpan ketika itu terletak pada perpaduan musik pop-rock yang mudah diterima dengan lirik bernuansa puitis. Karakter vokal Ariel juga menjadi elemen penting yang membuat lagu-lagu mereka memiliki identitas kuat.

Kesuksesan tersebut menjadikan Peterpan bukan sekadar band populer, tetapi salah satu fenomena terbesar musik Indonesia pada era 2000-an.

Berubah Menjadi NOAH dan Membuka Babak Baru

Pada 2012, perjalanan grup ini memasuki fase baru. Setelah menggunakan nama Peterpan selama lebih dari satu dekade, mereka kemudian memperkenalkan identitas baru sebagai NOAH.

Perubahan nama tersebut tidak membuat perhatian publik surut. Justru, kemunculan NOAH menandai fase baru yang menunjukkan kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahan industri musik.

Album Seperti Seharusnya menjadi salah satu karya penting pada periode awal NOAH. Album tersebut menghadirkan lagu seperti "Separuh Aku" dan "Hidup Untukmu, Mati Tanpa Kamu", yang kembali membawa mereka ke puncak popularitas.

“Second Chance” Menghidupkan Kembali Lagu Lama

NOAH kemudian menunjukkan sisi eksploratif mereka melalui proyek Second Chance. Dalam proyek ini, sejumlah lagu dari era sebelumnya dihadirkan kembali dengan pendekatan produksi dan aransemen yang lebih modern.

Alih-alih sekadar mengulang karya lama, proyek tersebut menjadi kesempatan bagi NOAH untuk memperkenalkan kembali lagu-lagu Peterpan kepada pendengar baru dengan kualitas produksi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah karya lama dapat memperoleh kehidupan baru tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Rekor Konser yang Mengukuhkan Nama NOAH

Popularitas NOAH juga tidak dapat dipisahkan dari kemampuan mereka menghadirkan pertunjukan berskala besar. Salah satu momen paling mencuri perhatian terjadi pada September 2012 ketika mereka menggelar konser di lima negara dalam dua benua hanya dalam waktu 24 jam.

Rangkaian pertunjukan tersebut mencakup Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pencapaian itu menjadi salah satu momen paling ikonis dalam perjalanan NOAH sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka mengelola pertunjukan lintas negara dalam waktu sangat singkat.

Di dalam negeri, konser-konser NOAH juga dikenal mampu menghadirkan ribuan hingga puluhan ribu penggemar. Lagu-lagu lama dan baru mereka berubah menjadi sesi bernyanyi bersama yang memperlihatkan kuatnya hubungan antara band dan pendengar.

Baca Juga: Profil Agnez Mo, Dari Idola Cilik hingga Bintang Musik Global

Penghargaan dan Pengakuan

Selama perjalanan kariernya, NOAH dan Peterpan juga memperoleh berbagai penghargaan. Pengakuan tersebut datang dari ajang musik nasional seperti Anugerah Musik Indonesia hingga penghargaan di tingkat Asia seperti MTV Asia Awards.

Deretan apresiasi tersebut semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu grup musik Indonesia dengan pengaruh besar.

Hiatus Setelah Lebih dari Dua Dekade

Setelah melewati perjalanan panjang selama lebih dari 20 tahun, NOAH akhirnya memutuskan untuk mengambil masa hiatus. Keputusan tersebut menjadi babak baru bagi Ariel, Lukman, dan David setelah bertahun-tahun menjalani aktivitas musik secara intensif.

Hiatus memberikan kesempatan bagi para personel untuk beristirahat sekaligus membuka ruang bagi proses kreatif berikutnya. Bagi penggemar, keputusan tersebut tentu menjadi momen emosional setelah mengikuti perjalanan NOAH sejak era Peterpan.

Hubungan antara grup dan pendengarnya pun tetap terjaga melalui komunitas Sahabat NOAH. Komunitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membuat karya-karya mereka terus hidup di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan Peterpan hingga NOAH bukan sekadar kisah pergantian nama sebuah band. Ini adalah cerita tentang bagaimana musik mampu bertahan melewati perubahan zaman, tren, dan generasi.

Dari "Mimpi Yang Sempurna" hingga "Separuh Aku", dari era Taman Langit hingga Second Chance, NOAH terus menunjukkan bahwa lagu yang lahir dari pengalaman dan emosi dapat memiliki umur jauh lebih panjang daripada masa popularitasnya.

Kini, ketika NOAH mengambil waktu untuk beristirahat, warisan musik mereka tetap berjalan melalui jutaan pendengar yang terus memutar karya-karyanya. Lagu-lagu tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah band mungkin memiliki jeda, tetapi kenangan yang dibangun bersama pendengar tidak mudah berhenti.

Bagi yang ingin kembali menikmati karya NOAH maupun Peterpan, seluruh album dan single resmi mereka dapat didengarkan secara legal melalui berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (*)

(Magang, Fadisca Zahra Prasetya - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Profil NOAH Lagu NOAH ariel noah musik indonesia noah