Jawa Pos Radar Lawu - Selama bertahun-tahun, kisah Biru Laut dan orang-orang yang mencarinya hidup di halaman novel Laut Bercerita. Kini, cerita tersebut bersiap berpindah medium dan menghadirkan kembali luka, kehilangan, serta perjuangan yang selama ini melekat di benak pembaca.
Novel karya Leila S. Chudori tersebut resmi dikembangkan menjadi film layar lebar. Proyek ini diproduksi oleh Pal8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha Group, dan Lynx Films.
Pengumuman proyek film tersebut diperkenalkan dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market. Kabar ini pun langsung menarik perhatian pembaca yang telah lama menantikan versi sinematik dari cerita tersebut.
Yosep Anggi Noen Dipercaya Menggarap Film
Adaptasi Laut Bercerita akan diarahkan oleh Yosep Anggi Noen. Sutradara tersebut dikenal melalui pendekatan visual yang kuat serta cara bercerita yang sering memadukan unsur personal, sejarah, dan politik.
Leila S. Chudori Turut Menulis Skenario
Kehadiran Leila S. Chudori dalam proses adaptasi menjadi salah satu hal penting dalam proyek ini. Sang penulis ikut menangani skenario bersama tim agar ruh cerita tetap terjaga ketika dipindahkan dari novel ke layar.
Tantangan terbesar terletak pada bagaimana merangkum cerita tanpa menghilangkan emosi dan kedalaman pengalaman para karakter. Film harus mampu mempertahankan inti kisah sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi penonton.
Deretan Bintang Besar Mengisi Karakter Penting
Selain nama sutradara dan penulis, perhatian publik juga tertuju pada jajaran pemeran yang terlibat. Film ini menghadirkan sejumlah aktor dan aktris papan atas Indonesia.
Beberapa pemeran yang telah dikonfirmasi antara lain:
- Reza Rahadian sebagai Biru Laut Wibisono, aktivis mahasiswa yang menjadi pusat cerita.
- Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti, bagian dari lingkaran perjuangan para aktivis.
- Eva Celia sebagai Anjani, sosok yang memiliki hubungan emosional dengan Biru Laut.
- Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, adik Biru Laut yang terus mencari jawaban mengenai nasib kakaknya.
- Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara sebagai bagian dari jajaran pemeran senior.
Kombinasi para pemain tersebut membuat ekspektasi terhadap film semakin tinggi. Setiap karakter memiliki beban emosional yang kuat sehingga membutuhkan penampilan yang tidak hanya meyakinkan, tetapi juga mampu menyampaikan luka dan keteguhan mereka.
Baca Juga: 3 Novel Tere Liye yang Wajib Dibaca: Ada Kisah yang Bisa Bikin Sulit Melupakan
Membawa Kembali Ingatan tentang Peristiwa Sejarah
Seperti novelnya, film Laut Bercerita akan membawa penonton menyusuri dua sisi cerita. Bagian pertama berfokus pada pengalaman para aktivis yang menjadi korban penculikan, sedangkan bagian lainnya mengikuti keluarga yang terus menanti kepastian.
Dua perspektif tersebut membuat cerita tidak hanya berbicara mengenai kehilangan. Film ini juga memperlihatkan bagaimana keluarga mempertahankan ingatan dan terus memperjuangkan jawaban atas orang-orang yang tidak pernah kembali.
Bukan Sekadar Adaptasi Novel
Bagi para pembuatnya, Laut Bercerita memiliki misi yang lebih besar daripada sekadar menerjemahkan sebuah karya sastra ke layar. Cerita ini menjadi medium untuk mengingat kembali sejarah dan memperbincangkan nilai kemanusiaan.
Kehadiran film tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan kisah perjuangan dan kehilangan kepada penonton yang belum pernah membaca novelnya. Dengan medium film, cerita Biru Laut dan keluarganya berpotensi menjangkau generasi yang lebih luas.
Sebelum menyaksikan versi layar lebarnya, pembaca dapat terlebih dahulu menyelami novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Dengan begitu, perjalanan dari halaman buku menuju layar bioskop akan terasa semakin utuh. (*)
(Magang, Fadisca Zahra Prasetya - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu