Profil Fourtwnty, Band Folk Pop Indonesia dengan Lagu-Lagu Penuh Makna

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:09 WIB
Potret Penyanyi Fourtwnty
Potret Penyanyi Fourtwnty

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah berkembangnya musik independen di Indonesia, Fourtwnty menjadi salah satu grup yang berhasil membangun identitas kuat melalui lagu-lagu sederhana, lirik reflektif, dan aransemen akustik yang menenangkan. Karya-karya mereka tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak pendengar merenungkan kehidupan, hubungan antarmanusia, hingga pentingnya menikmati setiap proses.

Fourtwnty dibentuk di Jakarta pada 20 April 2010. Grup ini digawangi oleh Ari Lesmana sebagai vokalis, Nuwi pada gitar, dan Roots sebagai gitaris. Sejak awal perjalanan mereka, Fourtwnty dikenal mengusung warna musik folk-pop dan indie-pop dengan sentuhan akustik yang menjadi ciri khas.

Di balik pembentukannya, nama Roby Satria, gitaris Geisha, juga memiliki peran sebagai salah satu penggagas lahirnya Fourtwnty. Dari panggung musik independen, mereka perlahan berkembang menjadi salah satu nama besar yang memiliki basis penggemar luas di Indonesia.

Makna Nama Fourtwnty

Nama Fourtwnty kerap dikaitkan dengan filosofi hidup yang santai, damai, dan dekat dengan alam. Meski sering memunculkan berbagai interpretasi di kalangan pendengar, grup ini lebih dikenal melalui pesan-pesan positif yang mereka sampaikan lewat musik.

Tema yang diangkat dalam lagu-lagu Fourtwnty juga beragam, mulai dari perjalanan hidup, cinta, persahabatan, kesehatan mental, hingga kritik sosial yang dikemas secara puitis.

Album dan Lagu yang Membesarkan Nama Fourtwnty

Perjalanan musik Fourtwnty dimulai lewat EP Setop Mendedam yang dirilis pada 2014. Setahun kemudian mereka meluncurkan album penuh perdana bertajuk Lelaku, yang semakin memperkenalkan karakter musikal mereka kepada publik.

Baca Juga: Profil Ten2Five, Band Pop Akustik Indonesia yang Tetap Eksis dengan Lagu-Lagu Menenangkan

Beberapa karya penting Fourtwnty antara lain:

Melalui album-album tersebut, Fourtwnty melahirkan sejumlah lagu yang banyak digemari pendengar, seperti:

Lagu-lagu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Fourtwnty sekaligus memperlihatkan perkembangan musikalitas mereka dari waktu ke waktu.

"Zona Nyaman" Menjadi Titik Balik Popularitas

Nama Fourtwnty semakin dikenal luas ketika lagu "Zona Nyaman" dipilih sebagai salah satu soundtrack film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody pada 2017.

Lagu tersebut memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat. Liriknya yang berbicara tentang keberanian meninggalkan rutinitas dan mengejar tujuan hidup terasa relevan bagi banyak orang, terutama generasi muda.

Kesuksesan "Zona Nyaman" juga membuat Fourtwnty tampil di berbagai festival musik besar dan memperluas jangkauan pendengarnya hingga ke luar komunitas musik independen.

Penampilan Panggung yang Menjadi Ciri Khas

Selain karya-karyanya, Fourtwnty juga dikenal melalui penampilan live yang sederhana namun penuh makna. Ari Lesmana kerap tampil tanpa alas kaki sambil membawakan lagu-lagu dengan ekspresi yang natural dan penuh penghayatan.

Konsep pertunjukan yang intim membuat penonton merasa lebih dekat dengan setiap lagu yang dibawakan. Tak jarang, ribuan penonton ikut bernyanyi bersama dari awal hingga akhir penampilan.

Interaksi hangat tersebut turut memperkuat hubungan Fourtwnty dengan para penggemarnya yang dikenal sebagai Pasukan 4.20.

Tetap Menjadi Salah Satu Ikon Musik Indie Indonesia

Selama lebih dari satu dekade berkarya, Fourtwnty berhasil mempertahankan identitas musiknya tanpa harus mengikuti tren yang terus berubah. Mereka tetap konsisten menghadirkan lagu-lagu yang lahir dari pengalaman, refleksi, dan sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui perpaduan musik folk, pop, dan sentuhan akustik yang sederhana, Fourtwnty membuktikan bahwa karya yang jujur mampu bertahan lama di hati pendengarnya. Lagu-lagu mereka terus menemani berbagai fase kehidupan banyak orang, mulai dari perjalanan menemukan jati diri hingga momen untuk menikmati ketenangan di tengah kesibukan.

(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Band Indie Indonesia Profil Fourtwnty Folk Pop Indonesia Zona Nyaman fourtwnty