Jawa Pos Radar Lawu - Perjalanan musik Indonesia tak bisa dilepaskan dari nama Dewa 19. Selama lebih dari tiga dekade, grup musik asal Surabaya ini terus menghadirkan karya-karya yang dikenang lintas generasi. Mulai dari era kaset, CD, hingga platform streaming digital, lagu-lagu mereka tetap menjadi favorit dan sering diputar oleh penikmat musik dari berbagai usia.
Dibentuk pada 1986 di Surabaya, Dewa 19 lahir dari sekelompok pelajar yang memiliki kecintaan besar terhadap musik. Band ini didirikan oleh Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso. Nama "Dewa" merupakan gabungan nama para personel pendiri, sementara angka "19" ditambahkan sebagai penanda usia mereka yang masih remaja saat mulai merintis karier.
Awal Karier hingga Menjadi Band Papan Atas
Nama Dewa 19 mulai dikenal luas setelah merilis album perdana 19 pada 1992. Album tersebut melahirkan lagu "Kangen" yang menjadi salah satu karya paling populer pada masanya. Kesuksesan itu menjadi awal perjalanan panjang Dewa 19 sebagai salah satu band terbesar di Indonesia.
Keberhasilan mereka berlanjut melalui sederet album yang memperlihatkan perkembangan musikalitas. Aransemen musik Dewa 19 dikenal memadukan unsur rock, pop, progressive rock, hingga sentuhan orkestra, sementara lirik-lirik ciptaan Ahmad Dhani banyak mengangkat tema cinta, kehidupan, hingga refleksi spiritual.
Pergantian Vokalis yang Membentuk Sejarah Dewa 19
Salah satu ciri khas perjalanan Dewa 19 adalah keberhasilannya tetap bertahan meski mengalami pergantian vokalis.
Baca Juga: Profil HiVi!: Band Pop Indonesia dengan Lagu-Lagu Romantis yang Tetap Dicintai
Era Ari Lasso
Pada dekade 1990-an, Ari Lasso menjadi wajah utama Dewa 19. Bersama dirinya, band ini melahirkan sejumlah album penting seperti:
- 19 (1992)
- Format Masa Depan (1994)
- Terbaik Terbaik (1995)
- Pandawa Lima (1997)
Dari periode ini lahir lagu-lagu yang masih populer hingga sekarang, antara lain:
- Kangen
- Kirana
- Elang
- Cinta 'Kan Membawamu Kembali
Era Once Mekel
Memasuki awal 2000-an, posisi vokalis diisi oleh Once Mekel. Pergantian ini justru membuka babak baru kesuksesan Dewa 19.
Album Bintang Lima (2000) menjadi salah satu album terlaris dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu seperti:
- Roman Picisan
- Separuh Nafas
- Risalah Hati
- Pupus
menjadi hits yang masih sering dibawakan hingga kini.
Kesuksesan tersebut diteruskan melalui album Laskar Cinta (2004) dan Republik Cinta (2006) yang semakin memperkuat posisi Dewa 19 sebagai salah satu band paling berpengaruh di Indonesia.
Tetap Aktif di Era Modern
Memasuki era baru, Dewa 19 tetap aktif tampil melalui berbagai konser di dalam maupun luar negeri. Mereka mengusung konsep kolaborasi dengan sejumlah vokalis, termasuk Virzha dan Marcello Tahitoe (Ello), sehingga lagu-lagu klasik mereka dapat dinikmati oleh generasi pendengar yang lebih muda.
Konser-konser Dewa 19 juga dikenal selalu menarik puluhan ribu penonton. Penampilan di stadion besar menjadi bukti bahwa popularitas mereka belum memudar meski telah berkarya selama puluhan tahun.
Pengaruh Besar bagi Musik Indonesia
Dewa 19 dianggap sebagai salah satu band yang membawa perubahan dalam industri musik nasional. Eksplorasi genre, kualitas aransemen, hingga karakter lirik yang kuat membuat karya-karya mereka memiliki identitas yang mudah dikenali.
Selain sukses sebagai grup musik, para personelnya juga aktif di berbagai proyek lain. Ahmad Dhani dikenal sebagai produser dan pencipta lagu, sementara Andra Ramadhan membentuk Andra and The Backbone. Ari Lasso dan Once Mekel pun berhasil membangun karier solo yang sukses.
Hingga saat ini, lagu-lagu Dewa 19 masih menjadi soundtrack berbagai momen kehidupan masyarakat Indonesia. Keberhasilan mereka mempertahankan kualitas karya sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan industri menjadikan Dewa 19 sebagai salah satu ikon musik Tanah Air yang pengaruhnya tetap terasa hingga sekarang.
(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu