Profil Perunggu, Trio Alternative Rock dengan Lirik yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:44 WIB
Potret Penyanyi Perunggu
Potret Penyanyi Perunggu

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah pesatnya perkembangan musik independen Indonesia, Perunggu berhasil mencuri perhatian lewat pendekatan yang berbeda. Trio asal Jakarta ini tidak hanya menawarkan musik alternative rock yang hangat, tetapi juga menghadirkan lirik-lirik yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Mulai dari dinamika dunia kerja, hubungan keluarga, hingga pencarian jati diri, seluruh tema tersebut diolah menjadi karya yang mudah dipahami sekaligus menyentuh banyak pendengar.

Sejak kemunculannya pada 2019, Perunggu berkembang menjadi salah satu nama penting dalam skena musik alternatif Indonesia. Kejujuran dalam bercerita menjadi identitas utama yang membuat lagu-lagu mereka terasa relevan bagi generasi muda, khususnya mereka yang sedang menghadapi fase transisi menuju usia dewasa.

Berawal dari Tiga Sahabat Pekerja Kantoran

Perunggu dibentuk di Jakarta oleh tiga sahabat, yaitu Maul Ibrahim (vokal dan gitar), Ildo Hasman (drum, vokal latar), serta Adam Jackson (bass, vokal latar). Ketiganya memiliki latar belakang sebagai pekerja kantoran yang tetap aktif bermusik di sela kesibukan profesional.

Mereka bahkan memperkenalkan diri sebagai "Band Rock Pekerja Paruh Waktu", sebuah julukan yang menggambarkan keseharian sekaligus filosofi mereka dalam berkarya. Pengalaman bekerja di balik meja kantor justru menjadi sumber inspirasi utama dalam menciptakan lagu-lagu yang terasa jujur dan membumi.

Musik Perunggu dipengaruhi berbagai warna alternative rock dan indie rock era 1990-an, namun dikemas dengan sentuhan modern sehingga tetap segar didengar oleh generasi saat ini.

Album Memorandum Menjadi Titik Balik

Perjalanan Perunggu mencapai babak penting ketika merilis album penuh perdana Memorandum pada 2022. Album yang diproduseri Giovanni Rahmadeva ini mendapat banyak apresiasi dari penikmat musik maupun kritikus karena menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban.

Melalui album tersebut, Perunggu berhasil menunjukkan kedewasaan musikal mereka sekaligus memperkuat identitas sebagai band yang mampu menyampaikan cerita sederhana dengan cara yang emosional.

Baca Juga: Sinopsis The Nun (2018), Awal Mula Teror Valak di Semesta The Conjuring

Beberapa lagu yang paling dikenal dari album ini antara lain:

Lagu-lagu tersebut membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi anak muda, mulai dari tekanan pekerjaan, hubungan personal, hingga perjuangan menerima perubahan dalam hidup.

Lirik yang Dekat dengan Kehidupan Pendengar

Salah satu kekuatan utama Perunggu terletak pada penulisan lirik. Maul Ibrahim dikenal mampu merangkai kata-kata sederhana menjadi cerita yang terasa personal tanpa kehilangan makna.

Alih-alih menggunakan metafora yang rumit, Perunggu memilih bahasa yang lugas sehingga pesan dalam setiap lagu lebih mudah dipahami. Pendekatan tersebut membuat karya mereka terasa seperti percakapan sehari-hari yang penuh refleksi.

Tak heran jika banyak pendengar menjadikan lagu-lagu Perunggu sebagai teman saat menghadapi tekanan pekerjaan, mencari motivasi, atau sekadar menikmati waktu sendiri.

Penampilan Panggung yang Penuh Energi

Selain dikenal melalui karya rekaman, Perunggu juga memiliki reputasi sebagai band dengan penampilan live yang kuat.

Di atas panggung, Maul, Ildo, dan Adam mampu membangun suasana hangat melalui permainan musik yang solid serta interaksi yang akrab dengan penonton. Lagu-lagu mereka sering mengundang ribuan penonton untuk bernyanyi bersama dalam berbagai festival musik.

Perunggu telah tampil di sejumlah acara besar seperti Synchronize Fest, Joyland Festival, hingga berbagai festival musik independen di berbagai kota Indonesia.

Antusiasme penonton yang terus meningkat turut melahirkan komunitas pendengar yang akrab disebut sebagai bagian dari Kancah Perunggu, sebuah ruang bagi para penggemar untuk berbagi pengalaman melalui karya-karya band tersebut.

Menjadi Wajah Baru Musik Alternatif Indonesia

Dalam waktu yang relatif singkat, Perunggu berhasil membuktikan bahwa musik dengan tema keseharian tetap mampu mendapat tempat di industri musik nasional. Mereka menunjukkan bahwa pengalaman sebagai pekerja kantoran bukanlah hambatan untuk terus berkarya, melainkan sumber inspirasi yang melahirkan lagu-lagu autentik.

Konsistensi dalam mempertahankan identitas musikal, dipadukan dengan lirik yang relevan dan penampilan panggung yang solid, membuat Perunggu menjadi salah satu band alternatif Indonesia yang paling diperhitungkan saat ini.

Bagi pencinta musik indie dan alternative rock, karya-karya Perunggu menawarkan pengalaman mendengarkan yang hangat sekaligus reflektif. Seluruh album dan lagu mereka kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Musik Indie Indonesia Band Indie Indonesia Profil Perunggu perunggu