Profil The Panturas, Band Surf Rock Indonesia yang Menghidupkan Nuansa Pesisir Lewat Musik

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 10:20 WIB
Potret Penyanyi The Panturas
Potret Penyanyi The Panturas

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah berkembangnya musik independen Indonesia, The Panturas hadir sebagai salah satu grup yang menawarkan identitas berbeda. Alih-alih mengikuti arus musik populer, mereka justru mengusung surf rock—genre yang identik dengan budaya pantai California—lalu memadukannya dengan unsur garage rock, punk, serta sentuhan budaya lokal. Perpaduan tersebut membuat The Panturas menjadi salah satu nama paling menonjol di skena musik alternatif Tanah Air.

Berasal dari Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, band ini dibentuk pada 2015 oleh sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Meski tumbuh jauh dari kawasan pesisir, mereka berhasil membangun citra yang sangat lekat dengan kehidupan laut, pelabuhan, hingga kisah-kisah rakyat yang berkembang di wilayah pantai Indonesia.

Berawal dari Kampus hingga Menemukan Identitas Musik

The Panturas digawangi oleh Abyan Nabilio atau Acin (vokal dan gitar), Rizal Taufik atau Ical (gitar), Surya Fikri atau Kuya (drum), serta Cecep (bass). Sejak awal terbentuk, mereka sepakat mengembangkan musik yang berbeda dari kebanyakan band indie saat itu.

Nama "The Panturas" sendiri merupakan permainan kata yang terinspirasi dari Jalur Pantai Utara (Pantura), salah satu jalur transportasi paling terkenal di Pulau Jawa. Identitas tersebut kemudian berkembang menjadi konsep visual sekaligus musikal yang konsisten mereka bawa dalam setiap karya.

Tidak hanya menghadirkan nuansa ombak melalui permainan gitar bergaya surf rock, The Panturas juga sering mengangkat kisah pelaut, mitologi laut, hingga budaya pesisir sebagai inspirasi lirik mereka.

Baca Juga: Profil For Revenge, Band Emo Asal Bandung yang Sukses Lewat Lagu Serana

Diskografi yang Terus Berkembang

Perjalanan karier The Panturas mulai mendapat perhatian setelah merilis EP Robbery pada 2018. Salah satu lagu yang paling banyak dikenal dari rilisan tersebut adalah "Sunshine", yang menjadi favorit penonton di berbagai festival musik.

Masih pada tahun yang sama, mereka merilis album penuh perdana bertajuk Mabuk Laut. Album ini memperkuat karakter musik The Panturas melalui riff gitar cepat, ritme enerjik, dan nuansa retro khas surf rock era 1960-an.

Perkembangan musikal mereka semakin terasa ketika meluncurkan album kedua, Ombak Banyu Asmara pada 2021. Dalam album ini, The Panturas memperluas eksplorasi dengan memadukan musik rock bersama instrumen tradisional Indonesia serta berbagai elemen musik lintas genre.

Beberapa lagu yang banyak mendapat perhatian antara lain:

Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa The Panturas tidak hanya mengandalkan musik yang enerjik, tetapi juga mampu menghadirkan lirik dengan tema budaya, perjalanan, hingga refleksi kehidupan.

Energi Panggung yang Menjadi Daya Tarik

Salah satu kekuatan terbesar The Panturas terletak pada penampilan langsung mereka. Hampir setiap konser menghadirkan suasana penuh energi dengan penonton yang ikut bernyanyi, berdansa, hingga membentuk mosh pit.

Konsep visual yang mereka tampilkan juga konsisten dengan identitas pesisir. Kostum, desain panggung, hingga artwork album memperkuat karakter band yang identik dengan laut dan petualangan.

Interaksi hangat bersama penggemar turut menjadi alasan mengapa penampilan mereka selalu dinantikan di berbagai festival musik.

Tampil di Berbagai Festival Musik

Seiring meningkatnya popularitas, The Panturas rutin tampil di sejumlah festival musik besar di Indonesia. Nama mereka juga mulai dikenal di luar negeri melalui berbagai tur dan penampilan internasional di kawasan Asia.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa musik dengan karakter lokal tetap mampu diterima oleh pendengar global ketika dikemas secara autentik dan konsisten.

Membawa Warna Baru bagi Musik Alternatif Indonesia

The Panturas berhasil menunjukkan bahwa surf rock masih memiliki ruang berkembang di industri musik Indonesia. Dengan memadukan pengaruh musik Barat bersama cerita dan budaya Nusantara, mereka menghadirkan identitas yang sulit ditemukan pada band lain.

Konsistensi dalam berkarya, eksplorasi musikal yang terus berkembang, serta penampilan panggung yang penuh energi menjadikan The Panturas sebagai salah satu grup musik alternatif paling menarik dalam satu dekade terakhir.

Bagi pencinta musik indie maupun rock, karya-karya The Panturas menawarkan pengalaman mendengarkan yang berbeda. Seluruh album dan lagu mereka kini telah tersedia di berbagai layanan streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Band Indie Indonesia Profil The Panturas Musik Alternatif Indonesia Lagu The Panturas The Panturas