Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah maraknya kemunculan band independen dengan warna musik yang beragam, ALI hadir membawa identitas yang berbeda. Trio asal Jakarta ini berhasil menciptakan karakter musikal yang memadukan unsur psychedelic rock, funk, afrobeat, disco, hingga sentuhan budaya Timur Tengah dalam satu kemasan yang unik. Berkat eksplorasi tersebut, ALI tidak hanya mendapat perhatian di Indonesia, tetapi juga mulai dikenal di berbagai festival musik internasional.
Didirikan pada 2021, ALI beranggotakan Arswandaru Cahyo sebagai vokalis sekaligus pemain bass, Absar Lebeh di posisi gitar, serta John Paul Patton atau Coki pada drum, yang juga dikenal sebagai personel Kelompok Penerbang Roket. Dalam waktu singkat, grup ini berhasil membangun reputasi sebagai salah satu proyek musik alternatif Indonesia dengan identitas paling kuat.
Identitas Musik yang Menggabungkan Beragam Budaya
Sejak awal terbentuk, ALI mengusung konsep musik yang tidak lazim di industri musik nasional. Mereka memadukan groove funk yang ritmis, permainan gitar psychedelic khas era 1970-an, ritme afrobeat, serta nuansa musik Timur Tengah yang terasa kental melalui penggunaan lirik berbahasa Arab.
Perpaduan tersebut membuat karya-karya ALI terdengar segar sekaligus memiliki karakter yang mudah dikenali. Alih-alih mengikuti arus musik populer, mereka justru menghadirkan pengalaman mendengarkan yang berbeda melalui eksplorasi lintas budaya.
Perjalanan Karier dari Single Perdana hingga Album Malaka
Karier ALI dimulai melalui perilisan single "Dance Halmahera" pada 2021. Lagu tersebut langsung menarik perhatian penikmat musik independen karena menawarkan kombinasi groove yang enerjik dengan atmosfer psychedelic yang khas.
Baca Juga: Profil HiVi!: Band Pop Indonesia dengan Lagu-Lagu Romantis yang Tetap Dicintai
Tidak lama berselang, mereka kembali merilis "Dance of Falcon", yang semakin memperkuat identitas musikal grup.
Tonggak penting perjalanan ALI hadir pada 2023 lewat album debut bertajuk Malaka. Album ini mengangkat inspirasi dari sejarah jalur perdagangan Nusantara dan kawasan Timur Tengah, lalu mengemasnya menjadi karya musik penuh eksplorasi.
Beberapa karakter utama album tersebut antara lain:
- Perpaduan psychedelic rock dan funk yang dominan.
- Nuansa Timur Tengah melalui lirik dan melodi.
- Aransemen penuh improvisasi dengan groove yang kuat.
- Konsep album yang menyatukan unsur sejarah, budaya, dan musik modern.
Album Malaka menjadi bukti bahwa eksplorasi musikal dapat menghasilkan karya yang memiliki identitas kuat sekaligus diterima oleh penikmat musik lintas negara.
Sukses Menembus Panggung Internasional
Popularitas ALI tidak berhenti di dalam negeri. Penampilan panggung mereka yang energik membuka peluang tampil di berbagai festival musik internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, ALI telah menjalani tur dan tampil di sejumlah negara seperti:
- Australia
- Jepang
- Beberapa negara di Eropa
Penampilan mereka mendapatkan apresiasi dari berbagai media musik internasional berkat keberanian memadukan budaya Timur Tengah dengan musik funk modern. Kehadiran ALI juga menjadi contoh bahwa musisi Indonesia mampu bersaing melalui orisinalitas, bukan sekadar mengikuti tren global.
Live Performance Jadi Daya Tarik Utama
Selain karya studio, kekuatan ALI juga terlihat saat tampil secara langsung. Improvisasi instrumen, permainan groove yang konsisten, dan interaksi antarpersonel membuat setiap konser terasa hidup.
Penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga diajak larut dalam atmosfer dansa yang dipengaruhi funk, afrobeat, hingga psychedelic rock. Karakter inilah yang membuat ALI sering mendapat sambutan hangat di berbagai festival.
Membawa Identitas Musik Indonesia ke Kancah Global
ALI menunjukkan bahwa musik alternatif Indonesia memiliki ruang yang luas di panggung internasional. Dengan menggabungkan referensi budaya Timur Tengah, musik funk, psychedelic rock, dan afrobeat, mereka berhasil menciptakan identitas yang berbeda dari kebanyakan band lain.
Perjalanan mereka juga membuktikan bahwa keberanian bereksperimen mampu menghasilkan karya yang diapresiasi secara global tanpa harus meninggalkan karakter asli.
Bagi penikmat musik yang ingin merasakan perpaduan groove funk, psychedelic rock, dan nuansa Timur Tengah dalam satu pengalaman musikal, seluruh karya ALI dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu