Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jesse Rutherford, Sosok di Balik Identitas Monokrom The Neighbourhood yang Ikonik

Tim Content Writer Radar Lawu • Kamis, 16 Juli 2026 | 16:00 WIB
Source: Pinterest
Source: Pinterest

Jawa Pos Radar Lawu - Nama Jesse Rutherford tidak hanya dikenal sebagai vokalis utama The Neighbourhood, tetapi juga sebagai sosok yang membentuk identitas visual band tersebut. Sejak debut pada 2011, Jesse bersama personel lainnya konsisten menghadirkan nuansa hitam putih dalam hampir seluruh karya mereka, mulai dari video musik, sampul album, pemotretan, hingga media sosial. Konsep tersebut membuat The Neighbourhood memiliki ciri khas yang langsung dikenali oleh para penggemar.

Konsep Hitam Putih Bukan Sekadar Estetika

Dalam wawancaranya bersama Schön! Magazine, Jesse menjelaskan bahwa konsep monokrom dipilih bukan hanya untuk alasan visual, tetapi juga sebagai cara menyatukan karakter setiap anggota band yang memiliki kepribadian berbeda. Menurutnya, ketika The Neighbourhood membuat sebuah karya, mereka selalu membayangkannya dalam nuansa hitam putih karena itulah identitas yang telah dibangun sejak awal karier.

Konsep tersebut akhirnya menjadi pembeda The Neighbourhood dengan banyak band alternative lainnya. Bahkan, beberapa video musik dan sesi promosi mereka sengaja dibuat dalam format hitam putih agar tetap mempertahankan identitas yang telah melekat pada band.

Fashion Jadi Bagian dari Karakternya

Selain musik, Jesse Rutherford juga dikenal sebagai salah satu musisi dengan gaya fashion yang unik. Dalam wawancara bersama GQ, ia mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap fashion sudah muncul sejak kecil. Ia mengaku sering berganti pakaian beberapa kali dalam sehari dan senang bereksperimen dengan berbagai gaya sejak masih anak-anak. Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi identitas fashion yang melekat hingga sekarang.

Gaya berpakaian Jesse didominasi warna hitam, oversized outfit, aksesori vintage, serta tato yang menghiasi hampir seluruh tubuhnya. Penampilannya sering menjadi inspirasi bagi penggemar musik alternative maupun dunia fashion.

Baca Juga: Meski Telah Tiada, Lagu XXXTentacion Masih Didengar Jutaan Orang hingga Sekarang

Vokal Khas yang Sulit Digantikan

Selain visual, Jesse juga dikenal lewat karakter vokalnya yang lembut namun penuh emosi. Suaranya menjadi elemen penting dalam lagu-lagu The Neighbourhood seperti Sweater Weather, Daddy Issues, Softcore, The Beach, hingga Reflections. Perpaduan warna vokalnya dengan musik alternative rock, R&B, dan indie pop membuat lagu-lagu The Neighbourhood memiliki karakter yang mudah dikenali.

Lagu Sweater Weather menjadi bukti kesuksesan tersebut. Meski dirilis pada 2013, lagu ini kembali viral bertahun-tahun kemudian berkat TikTok dan kini telah diputar miliaran kali di Spotify. Popularitas itu memperkenalkan kembali nama Jesse Rutherford kepada generasi pendengar yang lebih muda.

Tetap Jadi Ikon The Neighbourhood

Meski The Neighbourhood sempat menjalani masa hiatus, Jesse Rutherford tetap menjadi sosok yang paling identik dengan band tersebut. Baik melalui gaya monokrom, karakter vokal, maupun konsep visual yang konsisten, ia berhasil membangun identitas yang membuat The Neighbourhood tetap relevan hingga sekarang.

Bagi banyak penggemar, Jesse Rutherford bukan hanya seorang vokalis, tetapi juga simbol dari citra khas The Neighbourhood yang masih dikenang dan terus didengarkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. (*)

Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : https://schonmagazine.com/the-nbhd/, https://www.gq.com/story/jesse-rutherford-devon-carlson-great-personal-style, https://en.wikipedia.org/wiki/The_Neighbourhood?
The Neighbourhood Jesse Rutherford vokalis