Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Di Balik Bubarnya The Beatles, Begini Awal Perseteruan John Lennon dan Paul McCartney

Tim Content Writer Radar Lawu • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:30 WIB
Wikipedia
Wikipedia

Jawa Pos Radar Lawu - Sulit membayangkan bahwa dua sosok yang melahirkan puluhan lagu legendaris suatu hari justru saling menjauh. Selama bertahun-tahun, John Lennon dan Paul McCartney dikenal sebagai duet penulis lagu paling berpengaruh dalam sejarah musik. Namun, di balik kesuksesan The Beatles, hubungan keduanya perlahan retak hingga berubah menjadi perseteruan yang sempat menjadi sorotan dunia.

Meski sering disebut sebagai penyebab bubarnya The Beatles, kenyataannya konflik Lennon dan McCartney jauh lebih kompleks. Perbedaan visi bermusik, urusan bisnis, hingga kehidupan pribadi menjadi faktor yang memperlebar jarak di antara keduanya.

Awalnya Seperti Saudara

John Lennon dan Paul McCartney pertama kali bertemu pada 1957. Keduanya kemudian membentuk kemitraan yang menghasilkan lagu-lagu ikonik seperti Hey Jude, Let It Be, Yesterday, hingga A Day in the Life.

Meski memiliki karakter berbeda, Lennon dan McCartney saling melengkapi. Lennon dikenal lebih spontan dan eksperimental, sedangkan McCartney memiliki pendekatan yang lebih melodis dan terstruktur.

Kolaborasi mereka menjadi fondasi utama kesuksesan The Beatles sepanjang dekade 1960-an.

Konflik Mulai Muncul Menjelang Akhir The Beatles

Memasuki akhir 1960-an, hubungan keduanya mulai berubah.

Salah satu pemicunya adalah perbedaan arah musik yang ingin ditempuh masing-masing personel. Selain itu, meninggalnya manajer The Beatles, Brian Epstein, membuat band kehilangan sosok yang selama ini mampu menjaga keseimbangan internal.

Perselisihan kemudian semakin rumit ketika para anggota berbeda pendapat mengenai siapa yang seharusnya menangani urusan bisnis band.

Saling Sindir Lewat Lagu

Setelah The Beatles resmi bubar pada 1970, hubungan Lennon dan McCartney semakin memanas.

John Lennon merilis lagu "How Do You Sleep?", yang secara luas dianggap sebagai sindiran keras kepada Paul McCartney. Lirik lagu tersebut dipenuhi kritik terhadap mantan partner bermusiknya itu dan menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam rivalitas mereka.

McCartney sendiri diyakini membalas secara lebih halus melalui beberapa lagunya, meski tidak sefrontal Lennon.

Meski demikian, keduanya tidak pernah benar-benar terlibat konflik fisik. Perseteruan lebih banyak terjadi melalui pernyataan di media dan karya musik.

Perlahan Hubungan Membaik

https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/12/141207_hiburan_john_lennon
https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/12/141207_hiburan_john_lennon

Seiring berjalannya waktu, ketegangan di antara keduanya mulai mereda.

Pada pertengahan 1970-an, Lennon dan McCartney kembali menjalin komunikasi secara pribadi. Meski tidak pernah lagi bermusik bersama seperti masa kejayaan The Beatles, hubungan mereka perlahan membaik.

Dalam beberapa kesempatan, Paul McCartney mengungkapkan bahwa dirinya dan Lennon telah berdamai sebelum Lennon meninggal dunia pada 1980.

Paul McCartney Selalu Mengenang Lennon

Setelah John Lennon meninggal akibat ditembak pada 8 Desember 1980, Paul McCartney beberapa kali mengenang sahabat sekaligus rivalnya tersebut.

McCartney menyebut Lennon sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap hidup dan perjalanan kariernya. Ia juga kerap membawakan lagu-lagu The Beatles sebagai bentuk penghormatan kepada rekannya itu dalam berbagai konser.

Meski pernah berselisih, McCartney menegaskan bahwa persahabatan mereka jauh lebih besar daripada konflik yang sempat terjadi.

Rivalitas yang Justru Melahirkan Karya Besar

Perseteruan John Lennon dan Paul McCartney memang menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah musik. Namun, rivalitas tersebut tidak menghapus fakta bahwa keduanya adalah pasangan penulis lagu yang menghasilkan banyak karya abadi.

Hingga kini, lagu-lagu ciptaan Lennon dan McCartney masih dinikmati lintas generasi. Konflik yang pernah terjadi pun lebih sering dipandang sebagai bagian dari dinamika kreatif dua musisi besar yang sama-sama memiliki idealisme tinggi.

Pada akhirnya, kisah mereka bukan hanya tentang pertengkaran, melainkan juga tentang persahabatan, kreativitas, dan warisan musik yang terus hidup puluhan tahun setelah The Beatles berakhir.

Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Bubarnya The Beatles Sejarah Musik Dunia the beatles paul mccartney john lennon