Jawa Pos Radar Lawu - Kabar duka datang dari dunia sepak bola internasional. Gelandang Timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal dunia pada usia 25 tahun hanya beberapa pekan setelah tampil membela negaranya di Piala Dunia 2026. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, terlebih karena penyebab kematiannya hingga kini masih belum diketahui dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Adams sebelumnya menjadi bagian penting dalam perjalanan bersejarah Afrika Selatan di Piala Dunia 2026. Ia tampil di seluruh laga fase grup dan membantu timnya menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang tersebut.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Kepolisian Cape Town mengonfirmasi bahwa jasad seorang pria berusia 25 tahun ditemukan di sebuah properti di kawasan Schotsche Kloof pada Sabtu waktu setempat. Setelah dilakukan identifikasi, korban dipastikan adalah Jayden Adams.
Dalam pernyataannya, polisi menyebut penyelidikan masih berlangsung dan belum ada informasi resmi mengenai penyebab kematian sang pemain. Otoritas juga belum mengumumkan adanya indikasi tindak pidana maupun penyebab medis tertentu.
Baca Juga: Mercedes-AMG Petronas, Tim Formula 1 yang Mengubah Standar Dominasi di Dunia Balap
Keluarga Menunggu Hasil Autopsi
Pihak keluarga meminta publik menghormati privasi mereka di tengah masa berkabung.
Ayah Jayden Adams, Juanito Adams, mengatakan keluarga masih menunggu hasil autopsi sebelum mengambil langkah selanjutnya, termasuk terkait prosesi pemakaman.
"As you all know, it was an untimely death. The family is struggling to process it."
Pernyataan tersebut menggambarkan duka mendalam yang dirasakan keluarga atas kepergian mendadak sang pesepak bola.
Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Jayden Adams menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian selama Piala Dunia 2026. Bersama Afrika Selatan, ia membantu tim mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Meski tidak dimainkan saat laga babak 32 besar melawan Kanada, kontribusinya di fase grup dinilai sangat penting dalam keberhasilan tim melangkah sejauh itu.
Ucapan Belasungkawa Mengalir
Kepergian Adams memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari rekan setim, penggemar, hingga tokoh sepak bola Afrika Selatan.
Sebelum sejumlah pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 dimulai, para pemain dan penonton juga memberikan penghormatan melalui mengheningkan cipta untuk mengenang Jayden Adams.
Baca Juga: Empat Raksasa, Empat Bintang Besar! Semifinal Piala Dunia 2026 Siap Sajikan Adu Tajam Para Penyerang
Penyebab Kematian Belum Diketahui
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Jayden Adams. Polisi masih melakukan penyelidikan, sementara hasil autopsi juga belum diumumkan kepada publik.
Karena itu, berbagai spekulasi yang beredar di media sosial belum dapat dipastikan kebenarannya. Otoritas dan keluarga meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan.
Kepergian Jayden Adams menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan. Di usia yang masih sangat muda, ia baru saja membantu negaranya mencetak sejarah di Piala Dunia, namun perjalanan kariernya harus berakhir secara tragis.
Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://global.espn.com/soccer/story?id=49349593&_slug_=police-investigating-death-south-africa-world-cup-player-jayden-adams