Jawa Pos Radar Lawu - Tak semua lagu legendaris lahir dari keyakinan penuh para penciptanya. Ada kalanya sebuah karya besar justru muncul dari keraguan, bahkan penolakan. Itulah yang terjadi pada "Creep", lagu yang kemudian menjadi pintu masuk kesuksesan Radiohead, tetapi pada awal prosesnya justru tidak disukai oleh gitaris Jonny Greenwood. Ironisnya, usaha Greenwood untuk "merusak" lagu tersebut malah menciptakan ciri khas yang hingga kini melekat di telinga jutaan pendengar. Radiohead Jonny Greenwood
Jonny Greenwood Tidak Menyukai "Creep" Sejak Awal
Lagu "Creep" pertama kali direkam pada awal 1990-an. Saat itu, Radiohead belum menganggap lagu tersebut sebagai calon singel utama. Bahkan, rekaman awalnya dibuat secara spontan ketika band hanya diminta memainkan sebuah lagu untuk mengecek level rekaman di studio. Tanpa diduga, hasil rekaman itulah yang kemudian menjadi dasar versi final lagu tersebut.
Menurut Greenwood, lagu itu terdengar terlalu tenang dan kurang memiliki ledakan emosi. Ia kemudian mengambil keputusan spontan dengan menghantam gitarnya sangat keras tepat sebelum bagian chorus dimulai.
Greenwood pernah mengatakan:
"I didn't like it. It stayed quiet, so I hit the guitar hard – really hard."
Ledakan Gitar yang Awalnya Bentuk Protes
Bunyi gitar yang terdengar kasar dan tiba-tiba sebelum chorus kini menjadi salah satu bagian paling terkenal dalam "Creep". Namun, efek tersebut sebenarnya bukan direncanakan sebagai elemen musikal utama.
Rekan satu band Greenwood, Ed O'Brien, mengungkapkan bahwa suara tersebut lahir karena Greenwood memang berusaha mengacaukan lagu.
Ia mengenang:
"That's the sound of Jonny trying to fuck the song up. He really didn't like it the first time we played it, so he tried spoiling it."
Lalu ia menambahkan:
"And it made the song."
Pernyataan itu menggambarkan ironi terbesar dalam sejarah lagu tersebut. Aksi yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk protes justru menghasilkan karakter unik yang membuat "Creep" mudah dikenali hingga sekarang.
Lagu yang Hampir Tidak Pernah Dirilis
Menariknya, Radiohead sendiri sempat tidak yakin "Creep" layak dijadikan singel. Jika keputusan sepenuhnya berada di tangan para personel band, lagu itu kemungkinan hanya akan menjadi salah satu lagu biasa dalam album.
Namun, produser Paul Kolderie melihat potensi besar pada lagu tersebut dan berhasil meyakinkan pihak label untuk merilisnya sebagai singel. Keputusan itu akhirnya mengubah perjalanan karier Radiohead secara drastis.
Dari Lagu yang Dibenci Menjadi Simbol Radiohead
Ketika dirilis, "Creep" perlahan mendapat perhatian hingga akhirnya menjadi hit internasional pada 1993. Lagu tersebut berhasil membawa Radiohead dikenal di berbagai negara sekaligus membuka jalan bagi album-album besar mereka di masa depan.
Meski demikian, hubungan Radiohead dengan "Creep" selalu terasa rumit. Popularitas lagu itu sering dianggap menutupi perkembangan musikal mereka yang jauh lebih luas. Karena alasan tersebut, band ini selama bertahun-tahun jarang membawakan "Creep" dalam konser mereka.
Ironi yang Membuat "Creep" Abadi
Kisah di balik "Creep" menunjukkan bahwa proses kreatif tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ketidaksukaan Jonny Greenwood terhadap lagu tersebut justru melahirkan salah satu elemen paling ikonik dalam sejarah musik rock alternatif.
Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai upaya untuk merusak lagu berubah menjadi identitas utama "Creep". Hingga kini, dentuman gitar sebelum chorus tetap menjadi momen yang paling dinanti para pendengar, sekaligus pengingat bahwa terkadang kesalahan, penolakan, atau tindakan spontan justru mampu menghasilkan karya yang tak lekang oleh waktu.
Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu