Jawa Pos Radar Lawu - Tengah viral di media sosial pengakuan seorang wanita yang mengaku direkam tanpa izin oleh driver ojek online (ojol).
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mall yang ada di Palembang.
Dalam unggahan di akun X @1998ur_, ia menyebutkan bahwa driver ojol tersebut adalah salah satu mitra dari Grab bernama HM.
Baca Juga: Kronologi Bus Harapan Jaya dan Bagong Senggolan di Kediri, Viral Awak Bus Hampir Adu Jotos
Diam-diam Rekam Video, Mengaku Isi Baterai
Pengunggah mengungkapkan bahwa saat terciduk merekam dirinya, HM mengaku sedang mengisi baterai HP miliknya.
“Pas aku samperin buat izin cek HP beliau, alasan beliau ngevideoin aku karena beliau sedang nge-charge HP. Pernyataan bodoh,” tulis pengunggah utas, dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026.
Tak ingin diselesaikan sendiri, wanita tersebut lantas meminta bantuan kepada tim keamanan mall.
Saat dimintai keterangan, alasannya berubah lagi, yakni sedang memberikan informasi titik lokasi pada driver lainnya.
“Setelah dibawa ke kantor security, beliau bilang alasan ngerekam karena buat laporan posisi ke driver yang lainnya,” lanjutnya.
“Ngecas ya ngecas aja Pak, nggak usah rekam-rekam, itu nggak sopan. Kalau anak bapak diginiin, gimana? Tau nggak kalau ini bisa jadi pelecehan?” kata korban dalam video yang diunggah.
Bersikeras Mengaku Tak Bersalah
Lebih lanjut, driver ojol tersebut tetap mengaku tak bersalah dan disebut berbalik menyebut wanita tersebut sedang mencoba untuk memerasnya.
“Beliau juga dari awal bertingkah seolah-olah kalau beliau tidak bersalah dan menuduh aku hendak melakukan pemerasan kepada beliau,” terangnya.
“Sedangkan dari awal, saya pun hanya diam sembari menunggu pihak security mall datang untuk membantu saya,” imbuhnya.
Terungkap Foto dan Video Dikirim ke Grup WA
Setelah HP diminta, rupanya video korban yang direkam oleh driver tersebut sempat dikirim ke salah satu grup WhatsApp.
“Terus kenapa itu dikirim-dikirim? Kalau nggak ketahuan, emang bapak bisa minta maaf?” ujar korban lagi.
Menurut informasi dalam utas yang sudah tayang lebih dari 1,7 juta kali itu, terungkap bahwa grup tersebut juga banyak terdapat medi foto dan video yang tak senonoh.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Purwakarta Terbaik 2026, Alam hingga Spot Foto Estetik
“Di grup Grab tersebut juga banyak sekali foto dan video porno yang melibatkan banyak perempuan,” sambungnya.
Respons Pihak Grab, Sebut Tak Ada Toleransi pada Pelecehan
Menyambung dari utas sebelumnya, korban membeberkan bahwa pihak Grab telah menghubungi dirinya setelah utasnya viral.
“Pihak Gran juga Alhamdulillah sudah menghubungi aku secara pribadi dan akan segera diproses. Semoga permasalah yang terjadi di antara aku dan yang bersangkutan bisa ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Pihak Grab juga memberikan pernyataan bahwa kini tengah menindaklanjuti dan menegaskan tidak mentolerir bentuk pelecehan apapun.
“Laporan tersebut sudah dalam tindak lanjut tim kami. Fokus kami saat ini adalah untuk terus berkoordinasi dengan pelapor guna mendapatkan informasi lebih detail dan memastikan penanganan yang terbaik,” ungkap pihak Grab.
“Grab tidak mentolerir tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun dan akan menindak tegas Mitra Pengemudi sesuai dengan kode etik Mitra yang berlaku,” tegasnya.
Editor : Nur Wachid