Jawa Pos Radar Lawu – Video seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Majalengka yang mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan seorang siswa MI PUI Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Majalengka yang mengadu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait menu MBG yang diterimanya.
Dalam video berdurasi 14 detik yang diunggah akun TikTok @desun_lkpm pada Minggu, 8 Maret 2026, siswa tersebut mengaku hanya mendapatkan ubi bakar.
“Assalamualaikum Kang Dedi, ini dari MI PUI Cipeundeuy Bantarujeg. MBG-nya cuma dikasih ubi bakar. Ini cuma buat dua hari, bela-belain nungguin,” ujar siswa dalam video tersebut.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 263 ribu kali dan memicu berbagai komentar dari warganet.
Warganet Soroti Pelaksanaan Program
Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program MBG setelah video tersebut viral.
Beberapa komentar menilai program bantuan pangan untuk siswa perlu diawasi agar tepat sasaran.
“Program atas nama anak tapi realisasinya yang diuntungkan bukan anak. Semoga ada evaluasi agar tepat sasaran,” tulis salah satu akun.
Ada pula warganet yang meminta pihak sekolah lebih tegas dalam menerima distribusi makanan.
Menanggapi video tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Majalengka, Intan Diena, menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kesalahan distribusi makanan.
Menurutnya, distribusi MBG pada Jumat, 6 Maret 2026 dilakukan dengan dua kantong terpisah.
Akibatnya, beberapa siswa pulang hanya membawa satu kantong makanan.
“Ada kesalahan distribusi, tapi kekurangannya langsung disusul di hari yang sama,” kata Intan.
SPPG Klaim Menu MBG Lengkap
Intan menegaskan paket MBG yang disiapkan sebenarnya berisi menu lengkap, bukan hanya ubi bakar.
Untuk porsi besar, menu MBG terdiri dari:
Roti
Telur rebus
Pisang
Paha ayam
Kacang polong
Jeruk
Sedangkan porsi kecil berisi:
Ubi bakar
Roti
Telur rebus
Paha ayam
Kacang polong
Susu kotak
Jeruk
Menurutnya, siswa yang belum menerima kantong kedua kemudian kembali ke sekolah untuk mengambil paket makanan tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut, pihak SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi sistem distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh siswa menerima paket makanan MBG secara lengkap dan tepat waktu sesuai ketentuan program.***
Editor : Nur Wachid