Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Junior Diminta Makan Natto di Bawah Tekanan Senior

Nur Wachid • Selasa, 3 Maret 2026 | 17:35 WIB

 

Dugaan aksi perpeloncoan PMI di Jepang viral di media sosial dan memicu kecaman publik.
Dugaan aksi perpeloncoan PMI di Jepang viral di media sosial dan memicu kecaman publik.

Jawa Pos Radar Lawu – Video dugaan aksi perpeloncoan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang viral di media sosial dan menuai kecaman warganet.

Dalam rekaman tersebut, para junior yang baru tiba diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari seniornya.

Video yang diunggah akun TikTok @panbobolidos memperlihatkan sejumlah PMI junior duduk berbaris dengan kepala plontos dan hanya mengenakan celana hitam.

Mereka tampak diminta memakan natto, makanan khas Jepang berbahan kedelai fermentasi, sambil mendapat tekanan verbal dari para senior yang berdiri mengelilingi.

Dalam video terdengar teriakan seperti “telan!” dan “habiskan!” yang membuat suasana terlihat tegang.

Unggahan tersebut kemudian dihapus setelah mendapat sorotan luas dari warganet yang menilai tindakan itu sebagai bentuk perpeloncoan atau senioritas berlebihan.

Senior Klarifikasi dan Minta Maaf

Setelah viral, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah sekaligus salah satu senior memberikan klarifikasi melalui akun yang sama pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Saya atas nama akun yang sudah mengupload video yang lagi viral, hari ini saya akan mengklarifikasi,” ujarnya.

Ia menyatakan tidak ada niat untuk membully atau menyakiti para junior.

Baca Juga: Gempa 6,4 Magnitudo Baru Saja Guncang Sinabang, Aceh, Begini Laporan Resmi dan Imbauan BMKG

“Saya dan senpai yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti,” tambahnya.

Dalih Adaptasi Makanan di Kapal

Dalam klarifikasinya, senior tersebut menjelaskan bahwa kegiatan itu dimaksudkan sebagai bentuk pengenalan terhadap pola makan selama bekerja di kapal Jepang.

“Tujuan kami biar adik-adik bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya,” katanya.

Ia menyebut makanan seperti natto, sashimi, hingga telur mentah umum dikonsumsi saat bekerja di kapal.

Meski demikian, aksi tersebut tetap menuai kritik karena dilakukan dengan tekanan dan memperlihatkan junior dalam kondisi tanpa mengenakan baju.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Tokyo terkait dugaan perpeloncoan tersebut.

Sebagian kalangan menilai perlu adanya pengawasan lebih ketat terhadap proses orientasi atau pengenalan lingkungan kerja bagi PMI di luar negeri, agar tidak berkembang menjadi praktik senioritas yang menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis.

Kasus ini kembali memantik diskusi mengenai pentingnya perlindungan hak dan martabat pekerja migran Indonesia di manapun mereka berada.***

Editor : Nur Wachid
#perpeloncoan #pmi #jepang #viral #ospek