Jawa Pos Radar Lawu – Di tengah memanasnya konflik Israel dan Iran, potongan ceramah Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun pada 2012 kembali viral di media sosial.
Dalam ceramah tersebut, Cak Nun sempat menyinggung kemungkinan perang besar yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Timur Tengah.
Video ceramah yang direkam pada 22 Oktober 2012 di Masjid Raya Klaten, Jawa Tengah, mendadak ramai diperbincangkan.
Dalam acara bertajuk Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Cak Nun menyampaikan analisisnya mengenai dinamika geopolitik di Timur Tengah.
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” ujar Cak Nun dalam potongan video tersebut.
Pernyataan itu kini kembali dikaitkan dengan eskalasi konflik terkini antara Israel, AS, dan Iran.
Singgung Peran Arab Saudi
Tak hanya menyinggung Israel dan Amerika Serikat, Cak Nun juga menyebut kemungkinan Arab Saudi ikut terseret dalam pusaran konflik.
“Dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” tambahnya dalam ceramah tersebut.
Pernyataan itu kini ramai dibahas ulang seiring laporan meningkatnya ketegangan kawasan Teluk dan dugaan keterlibatan negara-negara sekutu AS.
Pertanyaan untuk Indonesia
Dalam ceramahnya, Cak Nun juga mengajukan refleksi bagi Indonesia apabila konflik besar benar-benar terjadi.
“Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” tuturnya.
Ia bahkan menyinggung potensi perpecahan opini di dalam negeri jika konflik tersebut meluas.
“Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” ucapnya kala itu.
Soroti Dampak Psikologis Umat
Cak Nun tidak hanya membahas perang dalam konteks militer, tetapi juga dampak psikologis dan spiritual yang bisa timbul akibat konflik global.
Ia menilai strategi kekuatan besar dunia tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga menyasar aspek batin dan hubungan keagamaan umat.
“Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampai psikologi dan batin. Dan ini serius,” tegasnya dalam ceramah tersebut.
Kembalinya potongan ceramah ini ke linimasa media sosial memicu beragam respons warganet.
Sebagian menilai analisis Cak Nun kala itu bersifat visioner, sementara lainnya mengingatkan agar masyarakat tetap menyikapi dinamika global dengan bijak dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Editor : Nur Wachid