Jawa Pos Radar Lawu – Memanasnya konflik militer di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Iran berdampak langsung pada sektor penerbangan internasional.
Sejumlah penerbangan dilaporkan tertunda hingga dibatalkan, termasuk rute menuju Indonesia.
Informasi penundaan penerbangan ramai diperbincangkan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan keluhan warga negara Indonesia (WNI) di Bandara Internasional Madinah, Arab Saudi.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 1 Maret 2026, seorang penumpang menyebut penerbangannya dibatalkan akibat situasi keamanan regional.
“Masya Allah teman-teman, penerbangan di Madinah dicancel, Dubai juga ditutup,” ujar pengunggah video.
“Tidak ada yang bisa check-in karena perang Israel sama Iran,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang, termasuk WNI, harus menunggu kepastian jadwal keberangkatan selanjutnya.
Bandara Dubai Tunda Sejumlah Jadwal Penerbangan
Melalui akun resmi X @DXBMediaOffice, otoritas Dubai Airports mengonfirmasi adanya gangguan operasional penerbangan sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Beberapa penerbangan di Bandara Internasional Dubai (DXB) serta Dubai World Central–Al Maktoum (DWC) dibatalkan maupun ditunda sementara.
Penundaan dilakukan akibat penutupan sebagian wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA) sebagai langkah pencegahan di tengah situasi keamanan regional yang berkembang cepat.
Banyak Maskapai Hentikan Rute Timur Tengah
Sejumlah maskapai internasional diketahui ikut menyesuaikan operasional penerbangannya dengan membatalkan rute menuju wilayah Timur Tengah.
Rute yang terdampak meliputi penerbangan ke Dubai, Doha, Oman, Jeddah, Madinah, Beirut, hingga Abu Dhabi.
Maskapai yang dilaporkan melakukan pembatalan atau penjadwalan ulang antara lain:
Malaysia Airlines
Air France
Lufthansa
Singapore Airlines
Emirates
Penumpang diimbau untuk tidak datang ke bandara sebelum memperoleh konfirmasi resmi dari maskapai masing-masing.
Konflik Israel–Iran Picu Penutupan Wilayah Udara
Situasi ini dipicu meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang diklaim sebagai upaya menghilangkan ancaman keamanan.
Iran kemudian merespons dengan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Kronologi Truk Bermuatan Susu Tabrak 3 Rumah Warga di Magelang, Hilang Kendali di Jalan Berliku
Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Meningkatnya eskalasi konflik tersebut membuat sejumlah negara mengambil langkah darurat dengan membatasi aktivitas penerbangan demi keselamatan navigasi udara.
Hingga Minggu, 1 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, pembatalan dan penundaan penerbangan masih berlangsung di sejumlah bandara Timur Tengah.
Otoritas penerbangan mengimbau seluruh penumpang untuk terus memantau informasi resmi maskapai serta kebijakan bandara sebelum melakukan perjalanan internasional, terutama menuju wilayah yang terdampak konflik.***
Editor : Nur Wachid