Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah video viral dari Lampung Timur mendadak menyedot perhatian publik. Bukan karena panorama indah atau destinasi wisata baru yang megah, melainkan karena kondisi jalan desa yang rusak parah hingga berubah menjadi kubangan berlumpur.
Mirisnya, kubangan tersebut justru dijadikan tempat bermain anak-anak. Mereka terlihat asyik berendam dan berenang, seolah-olah itu adalah kolam renang gratis di tengah jalan.
Video tersebut beredar luas setelah diunggah akun Instagram @undercover.id pada Senin, 16 Februari 2026. Dalam cuplikan, tampak anak-anak bermain air di lubang besar yang dipenuhi lumpur di tengah jalan desa.
“Pulang ke Lampung, kaget ternyata banyak tempat wisata baru,” demikian tertulis dalam narasi video yang diunggah ulang.
Berawal dari Perantau yang Syok Pulang Kampung
Rekaman itu diketahui berasal dari salah seorang warga Lampung Timur melalui akun TikTok @viranovita033. Video tersebut diunggah pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dalam keterangannya, pengunggah menyebut lokasi berada di Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Ia mengaku syok melihat kondisi jalan yang rusak hingga berubah seperti kolam.
“Purbolinggo Lampung Timur, jalan rusak parah,” tulisnya.
Jalan Rusak Jadi Kubangan, Anak-anak Malah Renang
Yang membuat warganet makin terkejut, anak-anak terlihat bermain di kubangan berlumpur itu dengan santai.
Mereka bahkan melempar bola warna-warni sambil berendam bersama teman-temannya, seolah sedang menikmati wisata air dadakan.
Di sisi lain, lokasi anak-anak bermain itu berada tepat di jalur kendaraan yang masih dilalui pengendara. Kondisi ini dinilai berbahaya, apalagi jika ada kendaraan besar yang melintas.
“Wisata Baru, Gebrakan Baru” yang Bikin Miris
Pengunggah video menulis kalimat yang terdengar jenaka namun menyimpan ironi.
“Wisata baru, gebrakan baru,” ungkapnya.
Kalimat itu memantik reaksi warganet, karena menggambarkan situasi jalan rusak yang sudah lama dikeluhkan warga, namun belum juga mendapat perbaikan.
Banyak warganet menilai, video tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan potret nyata kondisi infrastruktur desa yang masih jauh dari layak.
Belum Ada Penjelasan Resmi dari Pihak Terkait
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari pemerintah setempat maupun otoritas terkait mengenai kondisi jalan berlumpur tersebut.
Namun video itu sudah terlanjur menyebar luas dan memicu diskusi publik mengenai akses jalan desa, keselamatan anak-anak, hingga urgensi perbaikan infrastruktur.
Sampai dengan Senin, 16 Februari 2026, unggahan tersebut tercatat telah disukai oleh 119,1 ribu pengguna TikTok.***
Editor : Nur Wachid