Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu NTT dari Bambu dan Atap Bolong, Siswa Belajar di Lantai Tanah

Nur Wachid • Jumat, 13 Februari 2026 | 13:35 WIB
Viral kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di NTT yang memprihatinkan.
Viral kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di NTT yang memprihatinkan.

Jawa Pos Radar Lawu - Potret pilu fasilitas pendidikan di Indonesia kembali mencuat di media sosial. Kali ini, sorotan tertuju pada SMPN 48 Sa Ate Gaikiu yang berlokasi di Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kondisi sekolah tersebut viral setelah video memperlihatkan bangunan kelas yang memprihatinkan, bahkan disebut tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar meski sebagian bangunannya rusak berat.

“Bangunan runtuh (tidak) libur. Bangunan runtuh, tetap sekolah,” dikutip dari keterangan unggahan akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, 13 Februari 2026.

Bangunan Sekolah Rusak Berat Diterjang Angin Kencang

Dalam video yang beredar, bangunan SMPN 48 Sa Ate Gaikiu terlihat mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin kencang.

Dampaknya, sebagian besar atap sekolah lepas dan meninggalkan ruang kelas dalam kondisi terbuka.

Beberapa kayu penyangga atap tampak patah, sehingga membuat bangunan yang sebagian besar terbuat dari bambu itu dinilai tidak aman untuk tempat belajar.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan publik, karena sekolah tetap digunakan untuk kegiatan belajar meski risiko keselamatan cukup tinggi.

Disebut Belum Diperbaiki hingga Sekarang

Di kolom komentar unggahan TikTok tersebut, warganet menanyakan apakah sekolah itu sudah direnovasi atau belum.

“Kak, maaf apakah sampai sekarang masih seperti ini sekolahnya?” tanya salah satu warganet dengan akun @Rosa.

“Masih belum direnovasi,” jawab pemilik akun.

Pernyataan itu semakin memantik reaksi publik, karena kerusakan disebut sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapat perbaikan.

Siswa Belajar Duduk di Tanah Tanpa Meja dan Kursi

Tak hanya bangunannya yang rusak, video tersebut juga memperlihatkan para siswa belajar tanpa meja dan kursi.

Para siswa tampak duduk melingkar di lantai yang masih berupa tanah. Di sekitar mereka terlihat puing kayu bekas patahan penyangga bangunan yang jatuh.

“Di saat anak-anak yang lain mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, berbeda dengan anak-anak ini. Mereka menerima pelajaran sambil duduk melingkar di tanah,” tulis pemilik akun.

“Terlihat begitu kejam, tapi itu sudah nasib anak-anak di pelosok negeri. Hanya untuk bermimpi saja, mereka berdarah-darah,” lanjutnya.

Baru Berdiri 2024, Tapi Kondisi Bangunan Sudah Memprihatinkan

Informasi yang beredar menyebut SMPN 48 Sa Ate Gaikiu baru berdiri dan diresmikan pada Mei 2024.

Namun, kondisi bangunan yang masih mengandalkan dinding bambu, lantai tanah, serta atap sederhana membuat sekolah itu rentan rusak, terlebih saat cuaca ekstrem seperti angin kencang.

Menuai Simpati dan Keprihatinan Warganet

Unggahan tersebut menuai simpati warganet. Banyak yang menyayangkan kondisi sekolah negeri yang dinilai jauh dari kata layak.

Beberapa komentar dari warganet seperti:

“Sangat tidak layak, kasian anak-anaknya belajar pun tidak nyaman. Pemda harus punya peran penting, tapi entahlah,” tulis akun @pio***

“Anggaran dari Pemerintah Pusat pasti ada, tinggal tagih ke Pemerintah Daerah setempat,” tulis akun @kkr*****

“Kenapa bangunannya masih pakai bambu? Tidak layak lagi, ini 2026, tolong dululah,” tulis akun @kke***

“Tetap semangat anak-anak penerus bangsa, tuntutlah ilmu sebaik-baiknya meski situasinya tidak baik-baik saja,” tulis akun @arn****

Editor : Nur Wachid
#tiktok #Sikka NTT #pendidikan indonesia #SMPN 48 Sa Ate Gaikiu #sekolah rusak