Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tragedi Unima, Mahasiswi PGSD Ditemukan Tewas Bunuh Diri! Tinggalkan Surat Wasiat untuk Dekan

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 31 Desember 2025 | 12:51 WIB
Kasus kematian mahasiswi Unima disorot nasional, polisi dalami isi surat wasiat.
Kasus kematian mahasiswi Unima disorot nasional, polisi dalami isi surat wasiat.

Jawa Pos Radar Lawu - Publik Sulawesi Utara dikejutkan oleh kabar meninggalnya seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di wilayah Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon.

Peristiwa tragis ini mencuat ke perhatian nasional setelah beredarnya surat wasiat yang ditinggalkan korban.

Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut diketahui merupakan mahasiswa semester akhir.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 30 Desember 2025. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.

Surat Wasiat Dialamatkan ke Dekan Fakultas

Fakta baru terungkap setelah sebuah surat tulisan tangan korban beredar luas di media sosial.

Surat itu ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima.

Dalam isi surat, korban mengungkap dugaan pelecehan yang disebut dilakukan oleh seorang dosen berinisial DM di lingkungan kampus.

Korban menuliskan dampak psikologis yang dialaminya pascakejadian tersebut.

“Kejadian tersebut masih dalam lingkup kampus FIPP. Dampak yang saya rasakan adalah trauma dan ketakutan. Setiap bertemu DM, saya merasa malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik atau turun dari mobilnya karena bisa menjadi bahan pembicaraan. Saya merasa tertekan dengan masalah ini,” tulis korban, dikutip pada Rabu 30 Desember 2025.

Korban menyebut tekanan tersebut berlangsung dalam waktu lama dan memengaruhi kondisi mentalnya secara serius.

Mengaku Trauma dan Mengalami Tekanan Batin

Dalam surat yang sama, korban menuturkan rasa takut berkepanjangan dan trauma mendalam yang dialaminya.

Ia mengaku khawatir dengan pandangan lingkungan sekitar, khususnya ketika berada di area kampus, sehingga merasa tertekan secara batin.

Pada bagian akhir surat, korban menyampaikan permohonan agar pihak pimpinan fakultas mengambil langkah tegas atas persoalan yang dialaminya.

“Saya memohon agar pihak pimpinan dapat menangani masalah ini,” tulis korban.

Dalam sumber lain, korban juga meminta agar dosen yang diduga terlibat diberikan sanksi.

“Kalau bisa, berikan sanksi kepada DM. Jangan biarkan orang seperti itu.”

Polisi Masih Mendalami Dugaan Pelecehan

Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami isi surat wasiat yang kini beredar di publik. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk rekan korban dan warga sekitar kos.

Kasi Humas Polres Tomohon, Iptu Musalino Pattah, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Terkait beredarnya surat yang diduga ditulis oleh korban dimana dirinya sempat menjadi korban pelecehan salah satu oknum dosen pria di Unima masih akan didalami dulu oleh penyidik dan kita tunggu perkembangannya,” ujarnya.

Jenazah korban telah dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti yang melatarbelakangi keputusan korban mengakhiri hidupnya.

Kasus Viral, Kampus Disorot Publik

Kasus ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras warganet. Desakan agar pihak kampus mengusut dugaan pelecehan secara transparan terus menguat.

Sorotan juga tertuju pada informasi yang menyebut korban sempat melaporkan dugaan pelecehan tersebut kepada dosen pembimbing akademik, namun disebut tidak mendapat tindak lanjut serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Negeri Manado terkait dugaan pelecehan maupun langkah institusional yang akan diambil.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tetap menghormati privasi keluarga korban selama proses penyelidikan berlangsung.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Mahasiswi Unima #Kasus Tomohon #Surat Wasiat #Dugaan Pelecehan Kampus #Unima #PGSD Unima #Berita Sulawesi Utara