Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pendaki Magelang Terpisah Saat Turun Gunung Slamet, SAR Masih Cari Satu Korban yang Hilang

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 31 Desember 2025 | 10:50 WIB
Tim SAR melakukan penyisiran jalur pendakian Gunung Slamet di tengah cuaca berkabut.
Tim SAR melakukan penyisiran jalur pendakian Gunung Slamet di tengah cuaca berkabut.

Jawa Pos Radar Lawu - Dua pendaki asal Magelang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada akhir pekan lalu.

Hingga Selasa (30/12), satu pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Andri Adi, membenarkan kabar ditemukannya salah satu pendaki.

“Ada kabar baik ketemu satu anak, alhamdulillah katanya kondisi aman,” ujar Andri Adi melalui pesan singkat, Selasa kemarin.

Terpisah Saat Turun Gunung

Dua pendaki yang dilaporkan hilang diketahui bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Magelang Utara, dan Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang. Keduanya memulai pendakian melalui jalur Dipajaya Clekatakan pada Jumat (27/12).

Diduga, keduanya terpisah dari rombongan saat perjalanan turun gunung.

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menjelaskan kondisi cuaca di kawasan puncak Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir kurang bersahabat.

“Memang cuaca masih kurang bagus. Hujan rintik-rintik dan kabut tebal, pandangan para pendaki agak terhalang. Bisa jadi satu rombongan itu terpisah,” kata Sutrisno.

Satu Pendaki Bertahan di Plawangan

Hingga Selasa, pencarian difokuskan di area Plawangan atau gerbang terakhir sebelum puncak Gunung Slamet. Penentuan lokasi ini berdasarkan keterangan pendaki yang selamat.

Baca Juga: Wisata Alam Pegunungan dan Hutan Pinus Paling Populer di Sukabumi, Destinasi Sejuk Favorit untuk Healing dan Liburan Keluarga

“Untuk survivor satu atas nama Himawan sudah dievakuasi dan langsung diperiksa kesehatan. Menurut keterangannya, dia terpisah jam 6 pagi di Pos 9, bertahan di Plawangan,” ujar Sutrisno.

Himawan ditemukan oleh tim porter pada Senin (29/12) malam. Kepada petugas, ia menyebut sempat menunggu rekannya yang berada di belakang sebelum akhirnya terpisah.

Operasi SAR Terkendala Cuaca

Pencarian pendaki yang masih hilang melibatkan unsur gabungan, antara lain Polri, TNI, Basarnas USS Pemalang, tim Basecamp Dipajaya, MDMC, Pemalang Mountain Rescue, Orari Lokal Pemalang, PMI Pemalang dan Tegal, BC Gupala Guci Tegal, Mayapada Purwokerto, serta Saka Wirakartika.

Namun, operasi pencarian sempat terkendala cuaca ekstrem. Hujan deras memaksa tim untuk sementara turun ke Pos 1 demi keselamatan.

“Untuk pencarian masih dari Basecamp Dipajaya. Koordinasi dengan pendaki lain sudah dilakukan. Ada yang menyisir dari Pos Blambangan, Gunungmakang, dan Pos Jurangmangu,” kata Sutrisno.

Penyisiran difokuskan di jalur utama Pos 4–5, Pos 9, serta jalur alternatif Gunungmakang arah Purbalingga. Tim siaga juga ditempatkan di beberapa titik untuk memantau perkembangan situasi.

Gunung Slamet Jadi Favorit Pendakian

Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, serta tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru.

Gunung ini berada di perbatasan lima kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Pemalang, serta menjadi salah satu destinasi favorit pendakian, terutama saat musim liburan.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#BPBD Pemalang #Pendakian Jawa Tengah #SAR Gunung Slamet #pendaki hilang #gunung slamet