Jawa Pos Radar Lawu — Nama Rival Altaf mendadak menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebut dirinya turut membantu proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Rival, yang disebut sebagai seorang indigo, diklaim mampu menunjukkan titik lokasi korban berada sebelum tim penyelamat melakukan penggalian.
Video yang memperlihatkan kehadiran Rival di lokasi bencana beredar luas di TikTok, Instagram, hingga grup percakapan warga. Dalam rekaman tersebut, beberapa orang terlihat mengikuti arahan Rival menuju titik tertentu yang kemudian dijadikan lokasi penggalian. Aksi tersebut membuat dirinya ramai diperbincangkan dan menuai berbagai reaksi, baik dukungan maupun keraguan.
Dalam sejumlah unggahan warganet, Rival disebut memiliki kemampuan untuk “merasakan” keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor. Beberapa warga bahkan mengaku terpukau karena titik yang ia tunjuk ternyata tidak jauh dari lokasi ditemukannya jenazah.
Meski demikian, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang yang memastikan bahwa penemuan korban benar-benar berasal dari petunjuk Rival. Tim SAR di lapangan tetap menegaskan bahwa proses pencarian dilakukan menggunakan prosedur standar, termasuk pemetaan wilayah rawan, analisa medan, dan penggunaan alat berat.
Fenomena Rival memicu pembahasan yang cukup panas. Sebagian masyarakat menilai kehadiran Rival sebagai bentuk pertolongan yang tidak bisa diremehkan. Ada yang menyebutnya sebagai anugerah dan berharap bakat seperti itu dimanfaatkan dalam keadaan darurat.
Namun, pihak lain menilai klaim tersebut harus disikapi dengan hati-hati. Mereka mengingatkan bahwa proses pencarian korban bencana adalah kegiatan yang mengandalkan keahlian teknis, data lapangan, dan analisis profesional. Mengaitkan keberhasilan evakuasi dengan kemampuan indra keenam tanpa bukti jelas dinilai dapat menimbulkan salah kaprah di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari tim SAR mengenai sejauh mana kontribusi Rival dalam proses pencarian. Aparat hanya menegaskan bahwa seluruh tahapan evakuasi tetap mengikuti standar pencarian korban bencana dan tidak mengandalkan metode non-ilmiah.
Meski demikian, nama Rival sudah telanjur terangkat sebagai sosok yang dianggap memiliki kemampuan istimewa. Fenomena ini pun menjadi perbincangan nasional, terutama di tengah maraknya konten viral yang sering kali sulit dibedakan antara fakta dan persepsi.
Klaim keberadaan sosok indigo atau orang dengan kemampuan non-rasional bukan kali ini saja terjadi dalam situasi bencana. Publik yang tengah dirundung rasa duka dan ketidakpastian sering kali menaruh harapan pada hal-hal yang dianggap mampu memberikan jawaban cepat, termasuk kemampuan spiritual atau intuisi khusus.
Terlepas dari benar atau tidaknya klaim tersebut, para ahli mengingatkan agar masyarakat tetap mengutamakan informasi resmi dan tidak menelan mentah-mentah narasi viral yang belum terverifikasi. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid