Jawa Pos Radar Lawu - Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua, ketika seorang ibu hamil bernama Irene Sokoy (30 tahun) dan janinnya ditemukan meninggal setelah perjalanan bolak-balik ke beberapa rumah sakit yang menolak menanganinya.
Peristiwa ini terjadi pada Senin pagi (17 November 2025) sekitar pukul 05.00 WIT.
Kronologi yang dilaporkan menunjukkan bahwa Irene dilarikan ke RSUD Yowari namun ditolak.
Kemudian ke RS Dian Harapan, RSUD Abepura dan RS Bhayangkara juga belum cepat memberi penanganan.
Setelah keempat rumah sakit menolak, korban dalam kondisi kritis dibawa ke RSUD Dok II, namun nyawa sudah tak tertolong.
Permohonan Maaf Gubernur
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian tersebut.
Ia menyebut bahwa kejadian ini merupakan bukti nyata “kebodohan” dalam sistem pelayanan kesehatan di Provinsi Papua.
“Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah,” ujar Fakhiri.
Gubernur juga mengancam akan mengganti semua direktur rumah sakit pemerintah yang terbukti memberi pelayanan buruk serta akan meminta Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi semua fasilitas kesehatan di wilayahnya.
Penolakan pelayanan oleh empat rumah sakit di wilayah yang sama memicu kecaman dari warga dan aktivis kesehatan atas lemahnya sistem rujukan dan kesiapsiagaan darurat.
Keluarga korban menuding bahwa saat Irene berada dalam kondisi darurat, belum ada dokter pengganti atau respons cepat di rumah sakit yang dikunjungi.
Moral pelayanan publik menjadi isu utama: pelayanan medis yang tidak adil dan lambat berdampak fatal bagi nyawa manusia. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid