Jawa Pos Radar Lawu - Aksi penerobosan gerbang tol TB Simatupang oleh sebuah mobil mewah viral di media sosial dan kini resmi diselidiki oleh Polda Metro Jaya.
Video yang beredar menunjukkan mobil jenis sedan premium itu melaju cepat mengikuti kendaraan lain dan menerobos palang tol tanpa melakukan pembayaran.
Rekaman tersebut menarik perhatian publik karena pengemudi mobil mewah dianggap memperlihatkan tindakan melanggar aturan lalu lintas secara terang-terangan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan sedang melakukan penelusuran identitas kendaraan melalui nomor polisi, rekaman CCTV gerbang tol, serta laporan petugas Jasa Marga.
Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data lengkap untuk memastikan siapa pemilik maupun pengemudi mobil tersebut.
Pemeriksaan awal dilakukan bekerja sama dengan pengelola tol guna mengonfirmasi detail waktu dan jalur masuk mobil tersebut.
Dalam video yang diunggah di media sosial, mobil mewah tersebut tampak memanfaatkan momentum ketika sebuah mobil pikap di depannya melakukan “tap” kartu e-toll.
Begitu palang terbuka, mobil sedan langsung menyelinap cepat dan keluar dari gerbang tol tanpa transaksi.
Aksi itu tidak hanya berpotensi merugikan operator jalan tol tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain karena dilakukan dengan manuver mendadak.
Petugas berwenang menjelaskan bahwa tindakan menerobos gerbang tol termasuk pelanggaran lalu lintas.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, pengemudi dapat dikenai sanksi kurungan hingga dua bulan atau denda maksimal Rp500.000.
Selain melanggar aturan pembayaran tol, tindakan tersebut juga termasuk pelanggaran keselamatan karena membuka peluang terjadinya kecelakaan di area gerbang.
Pihak kepolisian kini tengah memverifikasi apakah mobil tersebut menggunakan pelat nomor yang benar atau pelat palsu, karena beberapa kasus pelanggaran tol sebelumnya melibatkan manipulasi identitas kendaraan.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga akan meminta keterangan saksi di lokasi, termasuk petugas yang berjaga saat kejadian.
Sementara itu, warganet di berbagai platform mengkritik keras tindakan tersebut.
Banyak yang menyoroti ironi bahwa mobil bernilai tinggi justru melakukan pelanggaran tarif tol yang jumlahnya jauh lebih kecil dibanding nilai kendaraannya.
Aksi seperti ini dinilai mencerminkan rendahnya kedisiplinan berkendara, sekaligus menambah daftar pelanggaran lalu lintas yang viral di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid