Jawa Pos Radar Lawu — Suasana memanas terjadi di kawasan Jalan Pringgondani, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Senin (17/11) malam ketika massa kurir Shopee Food mendatangi sebuah asrama mahasiswa.
Aksi ini dipicu dugaan penganiayaan terhadap salah seorang kurir oleh penghuni asrama pada Senin dini hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan sekitar seratus kurir telah berkumpul sejak malam, dan jumlahnya terus bertambah hingga pukul 22.00 WIB.
Untuk mencegah massa memasuki area asrama, polisi memasang blokade di mulut gang. Sejumlah personel TNI juga terlihat berjaga untuk mengamankan situasi dan mencegah potensi benturan.
Sebelum bergerak ke lokasi asrama, massa bersama korban lebih dulu menuju Polresta Sleman untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami sang kurir.
Informasi di lapangan menyebutkan bahwa insiden terjadi pada Senin dini hari, memicu kekecewaan para kurir hingga berujung pada aksi massa malam harinya.
Ketegangan berlangsung hingga dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, Selasa (18/11), ratusan kurir yang memadati area akhirnya mulai membubarkan diri setelah Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, memberikan penjelasan langsung kepada massa.
Ia memastikan bahwa terduga pelaku tidak berada di dalam asrama setelah dirinya bersama korban dan saksi memeriksa satu per satu kamar di dalam bangunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, korban menyampaikan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum dugaan penganiayaan ini kepada pihak kepolisian.
Di hadapan massa, Kapolresta menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara menyeluruh hingga tuntas.
Situasi di lokasi akhirnya kembali kondusif setelah massa membubarkan diri. Polisi bersama TNI masih melakukan penjagaan untuk memastikan tidak terjadi aksi lanjutan dan menjaga ketertiban di sekitar asrama mahasiswa tersebut. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid