Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral di Media Sosial: Jenazah di RSUD Grati Ditandu Keluarga karena Alat Pengangkut Tidak Tersedia

Nur Wachid • Selasa, 18 November 2025 | 23:45 WIB

direktur RSUD Grati berkunjung ke rumah duka dan meminta maaf atas kesalah pahaman.
direktur RSUD Grati berkunjung ke rumah duka dan meminta maaf atas kesalah pahaman.

Jawa Pos Radar Lawu — Sebuah video berdurasi sekitar satu menit 27 detik yang memperlihatkan sejumlah warga menandu jenazah dari lantai dua menuju ambulans di RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan, tengah ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak keluarga membawa jenazah secara manual karena alat bantu yang lazim digunakan seperti brankar atau tempat tidur dorong disebut tidak tersedia di saat yang dibutuhkan.

Kejadian dilaporkan berlangsung pada hari Selasa (12 November 2025) saat seorang pasien dari Desa Balung Anyar, Kecamatan Lekok, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Grati.

Dalam kondisi itu keluarga hendak membawa jenazah dengan ambulans desa, namun brankar atau alat dorong jenazah yang dibutuhkan tidak segera tersedia di lokasi rumah sakit. Akibatnya keluarga memilih membawa jenazah sendiri menggunakan tandu sederhana.

Vidoe tersebut kemudian menjadi viral dan menimbulkan sorotan publik terhadap standar pelayanan fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Warganet menyoroti aspek kemanusiaan — bahwa dalam kondisi duka, fasilitas pengangkutan jenazah seharusnya disediakan secara layak dan cepat.

Dalam tanggapan resmi, pihak RSUD Grati menyatakan bahwa penyebab peristiwa tersebut adalah “miskomunikasi” internal, bukan sengaja mengabaikan prosedur pelayanan. Direktur RSUD Grati, Dyah Retno Lestari, mengungkap bahwa saat kejadian, staf rumah sakit sempat menghubungi sopir ambulans yang saat itu sedang membawa pasien ke RSUD lainnya, sehingga brankar yang dibutuhkan tidak tersedia tepat saat jenazah akan dipindahkan.

Beliau juga telah melakukan kunjungan langsung ke rumah duka dan bertemu dengan pihak keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Desa Balung Anyar, Sholeh, yang turut merekam video kejadian, mengakui bahwa meski awalnya muncul dari kesalahpahaman, namun proses klarifikasi telah dilakukan bersama rumah sakit. “Sudah clear. Pihak rumah sakit yang diwakili humas dan manajemen datang ke rumah duka. Sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Meski demikian, warga dan netizen meminta agar pihak RSUD memperbaiki sistem layanan — khususnya dalam penggunaan dan pengadaan brankar, tandu jenazah, serta pengaturan komunikasi antar unit agar tidak muncul kembali kasus serupa yang mencoreng citra layanan publik.

RSUD Grati menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme peminjaman dan penggunaan brankar/tandu jenazah, serta memperkuat prosedur koordinasi antar unit (unit IGD, ambulans, pemulasaran jenazah) agar saat terjadi kondisi darurat, fasilitas dapat segera digunakan tanpa hambatan.

Selain itu, manajemen rumah sakit akan meningkatkan pelatihan layanan kepada petugas jaga malam dan piket jenazah agar sensitivitas situasi serta komunikasi dengan keluarga pasien dijaga dengan lebih baik.

Kejadian viral ini menjadi pengingat penting bahwa layanan kesehatan tidak hanya soal perawatan medis, namun juga pelayanan manusiawi hingga tahap terakhir kehidupan. Meski pihak RSUD Grati menyebut kejadian sebagai akibat miskomunikasi, masyarakat berharap perubahan nyata terlihat baik dari segi fasilitas pendukung maupun respons terhadap keluarga yang sedang berduka.

Pelayanan publik yang layak menjadi harapan bersama agar kepercayaan warga terhadap lembaga kesehatan daerah tetap terjaga. (hamid-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#jenazah di tandu keluarga #RSUD Grati #viral #RSUD Grati viral