Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral di TikTok, Satelit Diduga Tampilkan Tumpukan Mayat di Sudan: Begini Fakta Sebenarnya!

Nur Wachid • Jumat, 7 November 2025 | 02:15 WIB
viral ditiktok tumpukan mayat yang terlihat dari satelit diduga dari google earth.
viral ditiktok tumpukan mayat yang terlihat dari satelit diduga dari google earth.

Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah video yang tengah viral di TikTok membuat publik terkejut. Dalam cuplikan tersebut, tampak dari Google Maps atau Google Earth yang menunjukkan pemandangan menyeramkan di tengah padang pasir, dengan tumpukan hitam besar menyerupai mayat manusia.

Tulisan di layar berbunyi, “Guys what the hell…”, membuat banyak warganet penasaran dan ngeri.

Video tersebut diklaim sebagai penampakan kondisi di Sudan, tepatnya di wilayah Darfur, yang selama beberapa bulan terakhir dilanda konflik berdarah antara militer Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Viral di TikTok

Cuplikan yang beredar menunjukkan gundukan besar berwarna gelap di area tandus dengan beberapa bangunan kecil di sekitarnya. Banyak akun TikTok menulis bahwa itu adalah “tumpukan mayat korban perang” yang tertangkap kamera satelit.

Warganet ramai membagikan potongan peta tersebut dengan tagar #SaveSudan, menyerukan perhatian dunia terhadap tragedi kemanusiaan yang disebut telah menelan ribuan korban jiwa.

Namun setelah ditelusuri, potongan gambar tersebut bukan berasal langsung dari Google Earth, melainkan dari citra satelit independen yang sebelumnya digunakan dalam laporan lembaga kemanusiaan dan media internasional seperti AP News, ABC News, dan The Guardian.

Fakta di Balik Satelit

Menurut hasil investigasi Humanitarian Research Lab dari Yale University, satelit memang menunjukkan adanya kuburan massal di El Fasher, Darfur, yang mulai tampak sejak pertengahan Oktober 2025.

Analisis memperlihatkan adanya: Parit besar di dekat kompleks rumah sakit anak, Objek menyerupai tubuh manusia di tanah terbuka, Serta bercak cairan gelap yang diduga darah.

Temuan ini diperkuat laporan AP News, yang menyebut kuburan massal tersebut diduga digunakan untuk mengubur korban pembantaian yang dilakukan setelah RSF merebut wilayah El Fasher dari pasukan pemerintah.

Kondisi Sudan Kian Mencekam

Konflik di Sudan sendiri pecah sejak April 2023 dan hingga kini belum menunjukkan tanda mereda.

Laporan lembaga kemanusiaan memperkirakan lebih dari 15.000 orang tewas, ribuan lainnya hilang, dan jutaan warga mengungsi dari Darfur.

Keterbatasan akses internet serta larangan liputan internasional membuat banyak tragedi di lapangan baru terungkap lewat analisis satelit seperti ini.

Ajakan “Save Sudan” Viral

Tagar #SaveSudan kini kembali trending di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok dan X (Twitter). Banyak pengguna menyerukan agar masyarakat dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil Sudan, terutama di wilayah Darfur yang kini nyaris hancur total.

Beberapa pengguna juga mengingatkan agar tidak menyebarkan gambar yang belum diverifikasi sepenuhnya, mengingat banyak potongan citra yang beredar di media sosial tanpa konteks jelas.

Namun begitu, gambar satelit yang terkonfirmasi dari lembaga internasional tetap menunjukkan indikasi kuat adanya pelanggaran HAM berat di sana.

Video viral yang diklaim menunjukkan tumpukan mayat di Sudan memang mengundang rasa ngeri, namun sebagian di antaranya hanyalah potongan dari citra satelit asli yang diambil oleh lembaga independen.

Walau belum semua gambar bisa diverifikasi, laporan resmi dari berbagai sumber kredibel telah memastikan bahwa kuburan massal benar-benar ditemukan di wilayah Darfur, Sudan.

Tragedi ini kembali mengingatkan dunia akan pentingnya kepedulian terhadap konflik kemanusiaan yang terus berlangsung. Jika ingin menelusuri lebih lanjut atau ikut dalam gerakan solidaritas, masyarakat dapat mencari informasi resmi melalui tagar dan laman #SaveSudan di berbagai platform sosial serta situs lembaga kemanusiaan internasional. (hamid-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#sudan #pembantaian #save sudan #viral #sudan berdarah