Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bus Harapan Jaya Tabrak Dua Mahasiswi UIN Tulungagung: Video Kecelakaan Viral di Medsos, Sopir Langganan Ngeblong!

Nur Wachid • Selasa, 4 November 2025 | 23:15 WIB
Ilustrasi Bus Harapan Jaya (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi Bus Harapan Jaya (Sumber: Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Tragedi memilukan terjadi di Jalan Pahlawan, depan SPBU Rejoagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat siang, (31/10/2025) lalu.

Sebuah bus Harapan Jaya dengan nomor polisi AG 7762 US menabrak dua sepeda motor yang dikendarai oleh mahasiswi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.

Kedua korban, ZM (22) dan FM (22), meninggal dunia di lokasi kejadian. Satu pengendara lain mengalami luka berat di bagian kepala.

Kecelakaan ini langsung menyita perhatian publik setelah video detik-detik kejadian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat bus melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan yang ramai kendaraan, sebelum akhirnya menabrak dua motor dari arah depan SPBU.

Netizen pun ramai mengecam aksi ugal-ugalan sopir bus yang dinilai tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.

Identitas Korban: Mahasiswi Berprestasi dan Baru Wisuda

Kedua korban diketahui merupakan mahasiswi aktif di UIN SATU Tulungagung. FM adalah mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang baru saja mengikuti wisuda ke-47 pada 25 September 2025.

Sementara ZM tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Di bulan November nanti, ZM dijadwalkan mengikuti wisuda ke-50 UIN Tulungagung sebuah pencapaian yang kini hanya tinggal kenangan bagi keluarga dan sahabat.

Kabar duka ini menyebar cepat di lingkungan kampus dan media sosial. Akun resmi Instagram UIN SATU Tulungagung turut mengunggah foto dan ucapan belasungkawa untuk kedua korban.

Banyak rekan mahasiswa dan dosen yang menyampaikan rasa kehilangan dan mengenang semangat belajar serta kontribusi positif mereka selama di kampus.

Sopir Bus Jadi Tersangka, Pernah Viral Karena Ngeblong Lampu Merah

Satlantas Polres Tulungagung menetapkan Rizky Angga Saputra (30), sopir bus Harapan Jaya, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut ini.

Rizky sebelumnya sempat viral di media sosial karena aksi nekatnya menerobos lampu merah dan menyalip kendaraan dari jalur berlawanan di kawasan Ngujang pada 15 September 2025.

Dalam video yang beredar kala itu, Rizky terlihat mengemudikan bus secara berbahaya, melaju di jalur lawan arah, dan melanggar rambu lalu lintas.

Aksinya sempat ditindak oleh kepolisian dan perusahaan PO Harapan Jaya menjatuhkan sanksi skorsing selama dua minggu.

Namun, hanya berselang sebulan, Rizky kembali menjadi sorotan karena terlibat dalam kecelakaan yang merenggut nyawa dua mahasiswi.

Kronologi Kecelakaan: Bus Sempat Mati Mesin Sebelum Tabrakan

Menurut penyelidikan awal, bus Harapan Jaya sempat mengalami mati mesin saat berada di Terminal Gayatri. Setelah dinyalakan kembali, bus melaju dengan kecepatan tinggi menuju arah Jalan Pahlawan.

Di depan SPBU Rejoagung, bus kehilangan kendali dan menabrak dua sepeda motor yang sedang melintas. Kedua korban tewas seketika di lokasi, sementara satu pengendara lain mengalami luka serius.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan melibatkan PO Harapan Jaya, Dinas Perhubungan, dan pengelola Terminal Gayatri untuk mengetahui apakah ada kelalaian teknis atau pelanggaran SOP operasional bus.

Respons Publik dan Tuntutan Evaluasi Transportasi Umum

Kecelakaan ini memicu gelombang protes dari masyarakat Tulungagung dan warganet. Banyak yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap operasional PO Harapan Jaya, termasuk rekam jejak sopir dan kondisi armada.

Sejumlah aktivis keselamatan jalan raya juga menyerukan agar perusahaan transportasi umum lebih ketat dalam memantau perilaku sopir dan memberikan pelatihan berkala.

“Kecelakaan ini bukan hanya soal kelalaian individu, tapi juga sistem pengawasan yang lemah,” ujar salah satu aktivis dalam unggahan Instagram.

Dukungan untuk Keluarga Korban dan Kampus Berduka

UIN SATU Tulungagung menyatakan dukacita mendalam atas kehilangan dua mahasiswi terbaiknya. Pihak kampus memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban dan mahasiswa lain yang terdampak secara emosional.

Rektor UIN SATU juga menyampaikan bahwa kampus akan menggelar doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Sementara itu, keluarga korban berharap agar proses hukum berjalan adil dan transparan. “Kami ingin keadilan untuk anak kami. Jangan sampai ada korban lain karena kelalaian seperti ini,” ujar ayah salah satu korban kepada media. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#mahasiswi #UIN SATU #kecelaaakn #bus harapa jaya #viral di medsos #tulungagung