Jawa Pos Radar Lawu - Kehadiran seekor buaya raksasa di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menggemparkan warga setempat dan menjadi sorotan nasional.
Buaya tersebut memiliki panjang sekitar 5,7 hingga 7 meter dan berat diperkirakan mencapai 1 ton, menjadikannya salah satu penemuan satwa liar terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kemunculan yang Menggegerkan
Buaya muara ini pertama kali terlihat oleh warga pada akhir Oktober 2025, berenang di aliran sungai yang melintasi permukiman.
Penampakannya yang tiba-tiba dan ukurannya yang luar biasa besar membuat warga panik dan khawatir akan keselamatan mereka serta hewan ternak.
Menurut Kapolsek Reteh AKP Sahril, buaya tersebut sempat masuk ke parit dan tidak bisa keluar lagi, sehingga memudahkan proses penangkapan.
Evakuasi Dramatis oleh Warga dan DAMKAR Inhil
Proses penangkapan buaya raksasa ini berlangsung dramatis. Seorang warga bernama Zulkifli memimpin sekitar 20 orang untuk menjebak dan menjerat buaya menggunakan tali besar.
Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut dievakuasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Inhil ke Kantor Damkar di Kota Tembilahan.
Proses pemindahan buaya dilakukan menggunakan mobil double cabin Toyota Hilux, namun karena panjang tubuh buaya melebihi bak mobil, bagian ekornya harus dibiarkan menjulur keluar.
Belasan petugas dan warga bergotong royong mengangkat tubuh buaya ke atas kendaraan, dengan tetap menjaga keselamatan semua pihak.
Kepala Dinas Damkar Inhil, Junaidi, menyebutkan bahwa proses evakuasi memakan waktu panjang dan melibatkan belasan orang untuk mengangkat tubuh buaya ke dalam kendaraan. “Ya besar sekali buayanya. Waktu dievakuasi ke mobil, belasan orang yang membantu mengangkat,” ujarnya.
Kekhawatiran Warga dan Ancaman Ekologis
Kemunculan buaya sebesar ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Warga Sungai Undan mengaku trauma dan takut untuk beraktivitas di sekitar sungai.
Beberapa warga bahkan menyebut bahwa buaya tersebut sudah lama berkeliaran namun baru kali ini terlihat jelas dan mendekati permukiman.
Kehadiran buaya muara di wilayah pemukiman bisa menjadi indikator terganggunya habitat alami mereka. Perubahan ekosistem, alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas sungai dapat memaksa satwa liar seperti buaya untuk mencari tempat baru yang lebih aman, meski itu berarti mendekati manusia.
Harapan Konservasi dan Penangkaran
Setelah dievakuasi, buaya tersebut ditempatkan di penangkaran sementara di Kantor Damkar Inhil. Namun, banyak pihak berharap agar buaya ini bisa dipindahkan ke lokasi konservasi yang lebih layak dan aman, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau atau pusat rehabilitasi satwa liar lainnya.
Pakar konservasi menyarankan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait segera melakukan kajian ekologis terhadap habitat buaya muara di Inhil.
Penemuan buaya sebesar ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan hidup berdampingan dengan satwa liar.
Viral di Media Sosial dan Sorotan Nasional
Video penangkapan dan evakuasi buaya raksasa ini viral di berbagai platform media sosial. Warganet memberikan beragam komentar, mulai dari kekaguman terhadap ukuran buaya hingga kekhawatiran akan keselamatan warga.
Beberapa netizen juga mengusulkan agar buaya tersebut dijadikan ikon konservasi daerah dan diberi nama khusus sebagai simbol pelestarian.
Simbol Alam yang Perlu Dijaga
Buaya muara bukan hanya predator puncak dalam ekosistem sungai, tetapi juga indikator kesehatan lingkungan. Penemuan buaya raksasa di Sungai Undan harus menjadi pengingat bahwa alam memiliki cara sendiri untuk menunjukkan ketidakseimbangan.
Dengan pendekatan konservatif dan edukatif, masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga keberadaan satwa liar tanpa harus mengorbankan keselamatan manusia. (husnul-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid