Jawa Pos Radar Lawu — Media sosial tengah dihebohkan oleh beredarnya video CCTV dari sebuah gerai Mi Gacoan di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang memperlihatkan dugaan tindakan pelecehan terhadap seorang wanita pelanggan.
Video berdurasi singkat itu viral di berbagai platform sejak Selasa (28/10/2025) malam dan menuai gelombang reaksi dari warganet.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, tampak suasana antrean pengunjung di dalam kedai. Seorang pria terlihat berdiri di belakang seorang wanita muda.
Tak lama kemudian, pria tersebut melakukan gerakan yang dianggap tak pantas, membuat korban terlihat terkejut dan menjauh.
Rekaman itu pun sontak menjadi bahan perbincangan publik setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun berita lokal di Instagram dan TikTok.
Banyak netizen mengecam keras aksi pelaku. Mereka mendesak agar pihak kepolisian segera turun tangan dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Perlu diajari sopan santun, ini tempat umum, bukan tempat seenaknya,” tulis salah satu komentar warganet.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Mi Gacoan maupun kepolisian setempat terkait identitas pelaku maupun korban.
Namun, sejumlah warganet mengaku telah melaporkan unggahan video tersebut kepada pihak berwenang agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Peristiwa ini memunculkan diskusi hangat soal keamanan dan etika di ruang publik. Banyak pengguna media sosial berharap restoran cepat saji dan tempat nongkrong populer seperti Mi
Gacoan dapat memperketat pengawasan CCTV dan keamanan pelanggan, terutama di area antrean dan ruang makan yang padat.
Beberapa pengunjung setempat juga menyampaikan keprihatinan.
“Kami sering makan di sini karena tempatnya ramai dan murah, tapi setelah kejadian ini, jujur agak was-was,” ujar Rani, warga Balaraja, saat diwawancarai oleh media lokal pada Rabu (29/10/2025).
Sementara itu, akun resmi Mi Gacoan belum memberikan pernyataan publik, namun warganet berharap pihak manajemen segera mengambil langkah konkret seperti klarifikasi resmi dan peningkatan keamanan di seluruh gerai.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa ruang publik harus menjadi tempat yang aman bagi semua kalangan tanpa terkecuali. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid