Jawa Pos Radar Lawu — Nama Budi Speed tengah jadi buah bibir di TikTok. Sosok yang memiliki nama asli Daniel Budianto itu mendadak viral berkat gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, blak-blakan, dan sering kali mengundang tawa dalam setiap sesi live jualannya.
Bukan sekadar penjual daring biasa, Budi menjadikan siaran langsungnya sebagai ajang hiburan dadakan.
Di balik layar penuh produk otomotif seperti pelindung motor, sparepart, dan aksesori kendaraan, ia menyiapkan “panggung kecil” tempat dirinya melontarkan candaan khas arek Surabaya.
“Jos! Jis tenan, bolo!” begitu sapanya yang khas setiap kali penonton baru bergabung di live-nya.
Dalam hitungan menit, ribuan pengguna TikTok ikut menonton dan berkomentar, sebagian menirukan gaya bicaranya yang cepat dan penuh semangat.
Gaya Ceplas-Ceplos yang Jadi Daya Tarik
Budi tak ragu menegur penonton yang meledek, tapi tetap dengan nada kocak dan ekspresi santai.
Ia sering kali menanggapi komentar konyol dengan improvisasi spontan, membuat suasana live terasa seperti pertunjukan stand-up komedi.
Gaya itulah yang kemudian membuatnya dijuluki netizen sebagai “Raja Yapping Surabaya” — istilah untuk orang yang suka ngomong cepat, tapi tetap menghibur.
Banyak pengguna TikTok yang menilai bahwa Budi menghadirkan warna baru di tengah maraknya live jualan yang monoton.
Dari Bengkel ke Dunia Digital
Sebelum viral, Budi dikenal di kalangan komunitas otomotif Surabaya sebagai pengusaha muda yang menjual berbagai produk modifikasi kendaraan.
Ia mulai mencoba berjualan lewat TikTok Live hanya untuk memperluas pasar. Tak disangka, cara bicaranya yang apa adanya justru jadi magnet tersendiri.
Kini, setiap kali Budi membuka live, kolom komentarnya langsung ramai. Banyak penonton yang bukan sekadar ingin membeli barang, tapi juga menunggu lelucon atau respons kocaknya terhadap komentar yang nyeleneh.
Fenomena Baru di Dunia Live Jualan
Fenomena Budi Speed menunjukkan bagaimana penjual daring tak lagi sekadar mempromosikan produk. Mereka kini juga harus menjadi entertainer — paham ritme penonton, menguasai panggung digital, dan mampu membangun kedekatan lewat gaya komunikasi yang autentik.
Di tengah persaingan live-shop yang kian padat, sosok seperti Budi Speed mengingatkan bahwa kejujuran dan spontanitas justru bisa jadi nilai jual utama.
“Budi bukan cuma jual barang, tapi juga jual suasana,” tulis salah satu netizen di kolom komentar videonya.
Tak Lepas dari Kontroversi
Meski banyak disukai, tak sedikit juga yang menganggap gaya bicaranya terlalu frontal. Namun bagi penggemar setianya, itulah justru yang membuat Budi Speed beda dari yang lain. Ia tetap tampil dengan logat Surabaya yang kental dan prinsip “anti baper”. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid