TUBAN, Jawa Pos Radar Lawu - Viral skandal oknum guru durasi 10 menit 56 detik tersebar luas di media sosial di Desa Cengkong, Kecamatan Parengan, Tuban Jawa Timur.
Warga setempat menggerebek seorang wanita yang disebut-sebut sebagai guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Wanita berinisial ID itu diduga tengah berduaan dengan seorang pria beristri di rumah kontrakannya.
Aksi penggerebekan yang berlangsung pada Senin malam, 6 Oktober 2025, sekitar pukul 23.00 WIB itu sontak menjadi viral di media sosial setelah video kejadian tersebar luas di berbagai platform.
Menurut keterangan sejumlah warga, mereka sudah lama mencurigai adanya hubungan tidak wajar antara ID dan seorang pria berinisial WH, yang diketahui sudah beristri sah dan tinggal di desa tetangga, yakni Desa Sembung, Kecamatan Parengan.
Warga Desa Cengkong mengaku kerap melihat keduanya bersama di sekitar rumah kontrakan ID, sehingga muncul dugaan kuat bahwa pasangan tersebut hidup serumah tanpa ikatan pernikahan yang sah.
Rasa curiga warga akhirnya memuncak, hingga mereka sepakat melakukan penggerebekan bersama perangkat desa dan aparat dari Polsek Parengan, Polres Tuban.
Ketika pintu rumah berhasil dibuka, ID dan WH ditemukan sedang berada di dalam rumah dalam kondisi yang menimbulkan tanda tanya.
Momen tersebut langsung direkam oleh sejumlah warga dan beredar cepat di media sosial, menimbulkan kehebohan di dunia maya.
Dari keterangan istri sah WH yang juga datang ke lokasi, disebutkan bahwa suaminya telah menikah siri dengan ID.
Namun, hingga kini, belum ada bukti kuat yang bisa menunjukkan adanya pernikahan tersebut secara resmi atau secara hukum agama yang diakui masyarakat setempat.
Beberapa warga menilai klaim pernikahan siri itu hanya dijadikan alasan pembenaran atas hubungan yang dianggap tak pantas dilakukan oleh seorang guru yang berstatus aparatur pemerintah.
Usai penggerebekan, kedua pihak langsung diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan awal di kantor polisi setempat.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah peristiwa tersebut mengandung unsur pelanggaran hukum atau sekadar persoalan moral di tengah masyarakat.
Hingga kini, Polres Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun kemungkinan adanya proses hukum lanjutan.
Kasus ini pun menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Tuban. Banyak pihak menyayangkan tindakan ID yang dinilai tidak mencerminkan sikap seorang tenaga pendidik yang seharusnya menjadi panutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak ID maupun WH mengenai hubungan mereka yang kini menjadi sorotan publik.
Namun satu hal yang pasti, kasus penggerebekan di Tuban ini telah menjadi cerminan betapa cepatnya isu moral dan perilaku pribadi bisa menjadi perhatian besar masyarakat, terutama jika melibatkan sosok pendidik yang dianggap sebagai figur teladan. (win/kid)