Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah video pendaki wanita di Gunung Sindoro, Jawa Tengah, viral di media sosial setelah memperlihatkan dirinya bersikap ngeyel saat dievakuasi oleh tim SAR.
Peristiwa ini membuat banyak netizen geram sekaligus mengundang perdebatan soal etika pendakian.
Kronologi
Wanita tersebut dilaporkan mengalami gangguan kesehatan saat berada di jalur pendakian, tepatnya di sekitar Pos 4.
Ia disebut mengalami sakit lambung sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan menuju puncak maupun kembali turun secara normal. Tim SAR pun bergerak melakukan evakuasi.
Proses Evakuasi
Namun, bukannya berjalan lancar, proses evakuasi justru penuh drama. Wanita itu menolak beberapa opsi yang ditawarkan petugas, baik untuk berjalan dengan bantuan maupun digendong turun.
“Suruh jalan pakai sepatu nggak mau, gendong nggak mau,” keluh salah satu anggota tim SAR yang terekam dalam video.
Sikap keras kepala ini membuat petugas kewalahan. Padahal, evakuasi di jalur pendakian yang terjal dan berbatu memerlukan kerjasama penuh antara korban dan penyelamat.
Viral di TikTok
Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di TikTok dan langsung menuai banjir komentar. Tidak hanya tim SAR yang terlihat kesal di lapangan, warganet pun ikut geram melihat sikap sang pendaki.
Banyak pengguna TikTok menyebut sikapnya “ngerepotin” dan tidak menghargai jerih payah petugas.
Bahkan ada komentar yang menyindir bahwa pendaki seperti itu bisa membahayakan lebih banyak orang jika tidak segera ditangani.
Reaksi Warga Net
Selain komentar di TikTok, unggahan serupa di platform lain juga ramai diperbincangkan. Warganet menilai, seharusnya pendaki dalam kondisi darurat bersikap kooperatif agar evakuasi cepat dan aman.
“Kalau sudah sakit seharusnya nurut saja. Tim SAR rela pasang badan, malah dipersulit,” tulis seorang warganet.
Catatan dari Tim SAR
Petugas mengingatkan, pendaki sebaiknya tidak memaksakan diri naik jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Kasus seperti ini, menurut mereka, bisa memperlambat evakuasi dan membahayakan keselamatan tim di lapangan.
Beberapa waktu lalu, seorang pendaki wanita lain bernama Indriyani (25) asal Bekasi juga kolaps di Pos 4 Sindoro.
Namun, evakuasi berjalan lancar karena ia kooperatif. Kasus ini menjadi perbandingan mencolok dengan sikap pendaki yang bersikeras dan tidak mau dibantu. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid