Jawa Pos Radar Lawu - Nama KH Muhammad Imam Muslimin, akrab disapa Yai Mim, viral usai video yang memperlihatkan perseteruan panas dengan Sahara Travel, tetangganya trending topik.
Yai Mim lahir di Blitar pada 11 Maret 1966. Ia dikenal sebagai ulama, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta pengasuh dua pondok pesantren: PP Anshofa (berdiri tahun 2007) dan PP BaiQu Nusa (Bayt Al Qur’an Nurus Shafa) yang didirikan pada 2021.
Yai Mim bukan sosok biasa. Ia tercatat sebagai keturunan Sunan Ampel, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Kiprah Pendidikan dan Dakwah
Selain mengajar di kampus, Yai Mim memiliki dedikasi tinggi dalam mencetak generasi Qur’ani melalui pesantren yang diasuhnya.
Ia aktif membimbing santri agar berorientasi pada pendidikan Islam yang mendalam sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Kiprah multidimensinya membuat Yai Mim kerap dipandang sebagai tokoh yang tidak hanya berperan di dunia pendidikan, tetapi juga di ranah sosial dan keagamaan.
Viral Usai Perseteruan dengan Sahara Travel
Nama Yai Mim belakangan jadi sorotan publik usai kabar dirinya berseteru dengan seorang tetangga bernama Sahara.
Isu itu memicu perbincangan luas di media sosial hingga menyeret reputasinya sebagai tokoh publik.
Meski begitu, banyak warganet tetap menaruh hormat kepada Yai Mim, bahkan mendoakan agar beliau sehat selalu.
Unggahan tentang biografinya, khususnya fakta bahwa ia masih keturunan Sunan Ampel, viral dan menuai ribuan interaksi di media sosial.
Yai Mim: Sosok Multidimensi
Terlepas dari kontroversi yang ada, Yai Mim tetap dipandang sebagai figur dengan peran penting dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pengkaderan generasi muda Islam.
Dedikasinya mendirikan pesantren dan mengajar di perguruan tinggi menjadi bukti kiprah panjangnya di jalur keilmuan dan keagamaan. (kid)
Editor : Nur Wachid