Jawa Pos Radar Lawu – Penceramah kondang asal Bandung, Evie Effendi, terseret dalam kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Ia dilaporkan ke Polrestabes Bandung oleh anak kandungnya sendiri berinisial NAT, melalui kuasa hukum Rio Damas Putra.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, saat NAT datang ke rumah sang ayah sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Evie sedang berada di masjid untuk salat Jumat.
NAT disambut oleh neneknya berinisial T, namun dengan sikap yang disebut tidak bersahabat.
Kronologi Versi Pelapor
Setelah Evie kembali dari masjid, NAT berusaha menjalin komunikasi dan menanyakan soal nafkah, yang menurut pihak NAT selama ini tidak diberikan secara teratur dan hanya jika dihubungi lebih dulu.
Namun, suasana pertemuan memanas ketika Evie menyinggung soal kuliah NAT yang belum selesai dan pilihan anaknya tinggal bersama ibu kandung sejak awal 2025.
Istri kedua Evie, berinisial DS, turut hadir dan disebut meremas tangan NAT saat bersalaman. Ia bahkan diduga berusaha merebut ponsel NAT saat hendak merekam percakapan.
Saat situasi memanas, nenek NAT juga melontarkan kata-kata menyakitkan. NAT pun menyiramkan sisa kuah sop ke arah ibu tirinya dan bersiap meninggalkan rumah.
Namun, dalam kondisi tersebut, DS mengejar dan memukul kepala NAT, disusul oleh neneknya yang memegangi tangan korban.
Evie Effendi sendiri disebut ikut memukul dan meludahi NAT, sembari melontarkan kata-kata kasar.
Ada Dugaan Keterlibatan Paman dan Bibi
Tak hanya tiga anggota keluarga inti, dua kerabat lain berinisial IK dan LS juga diduga terlibat dalam aksi kekerasan.
Beruntung, seorang tetangga melerai kejadian tersebut, hingga NAT bisa keluar dari rumah meski dalam kondisi babak belur.
Ibu kandung NAT langsung membawanya ke rumah sakit untuk visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Bandung pada hari yang sama.
Polisi Benarkan Laporan KDRT
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Rahman membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proses hukum sedang berjalan dan pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi.
“Benar, pelapor buat laporan tanggal 4 Juli 2025. Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Untuk terlapor sudah diperiksa dan akan dilakukan pemanggilan lagi,” ujarnya melalui pesan singkat.
Reputasi Tercederai?
Evie Effendi dikenal luas sebagai penceramah muda yang digemari kalangan milenial.
Video dakwahnya kerap viral di media sosial, dan ia sering diundang ke berbagai acara keagamaan di Bandung dan sekitarnya. Namun dengan laporan ini, publik kini mempertanyakan citra tersebut.
Meskipun kasusnya masih dalam proses, dugaan kekerasan terhadap anak kandung membuat nama Evie Effendi berada dalam sorotan tajam. (kid)
Editor : Nur Wachid