BEKASI, Jawa Pos Radar Lawu – Pengajian di Perumahan Dukuh Zamrud, Bekasi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial setelah diduga menjanjikan “tiket” masuk surga dengan infak Rp 1 juta.
Kegiatan yang dipimpin Putri Yeni, atau akrab disapa Umi Cinta, telah berjalan selama delapan tahun dan kini menuai kontroversi tajam.
Awalnya, majelis yang rutin dihadiri sekitar 70 orang setiap akhir pekan ini tampak seperti pengajian pada umumnya.
Namun, sejumlah kesaksian warga dan mantan pengikut memunculkan tudingan serius.
Seorang eks jamaah mengungkap bahwa Umi Cinta menyebut infak Rp 1 juta sebagai syarat bagi jamaah untuk mendapat janji masuk surga.
Kontroversi kian memanas setelah warga mengeluhkan dampak aktivitas pengajian tersebut, mulai dari kemacetan akibat parkir liar, kebisingan, hingga suara anjing peliharaan pemimpin majelis.
Lebih parah lagi, kegiatan ini disebut tidak pernah mengantongi izin dari RT dan RW setempat.
Ketegangan memuncak ketika warga memasang spanduk besar berisi penolakan di depan rumah Umi Cinta.
Di media sosial, tagar dan video terkait pengajian ini langsung ramai dibahas.
Warganet bereaksi keras, menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “jualan agama” yang memanfaatkan sentimen religius demi keuntungan pribadi.
Baca Juga: Nusron Wahid Minta Maaf Soal Tanah Terlantar Punya Negara, Netizen: Bercyanda Bercyanda
“Surga itu bukan barang dagangan,” tulis seorang pengguna X.
“Kalau surga bisa dibeli, marketplace sudah buka kategorinya,” sindir netizen lain.
Beberapa mantan anggota juga mengaku hubungan rumah tangganya terganggu setelah sang istri mengikuti pengajian ini, bahkan ada yang berujung ancaman perceraian.
Fenomena ini memantik diskusi publik soal maraknya praktik keagamaan yang menyalahgunakan ajaran demi materi.
Warga Bekasi berharap kejadian serupa tak terulang, sementara aparat setempat diminta turun tangan memastikan kegiatan keagamaan tetap berjalan sesuai aturan dan nilai-nilai yang benar. (kid)
Editor : Nur Wachid