Sering Apes? Jangan-Jangan Kelahiran Weton Senin Wage, Ini Laku Tirakat Tolak Apesnya

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi keapesan weton Jawa Senin Wage.
Ilustrasi keapesan weton Jawa Senin Wage.

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam tradisi petungan Jawa, weton Senin Wage memiliki jumlah neptu 8, berasal dari Senin bernilai 4 dan Wage bernilai 4.

Perihal nasib apes, weton ini tidak berarti pemiliknya ditakdirkan selalu mengalami kesialan. Istilah apes lebih tepat dipahami sebagai kecenderungan keadaan yang dianggap rawan mendatangkan hambatan apabila seseorang tidak mampu menjaga laku dan mengambil keputusan dengan hati-hati.

Pembacaan berikut merupakan tafsir budaya, bukan ramalan pasti mengenai kehidupan seseorang.

Watak yang Bisa Menjadi Sumber Keapesan

Orang Senin Wage secara tradisional kerap digambarkan mempunyai pembawaan relatif tenang, berhati-hati, dan teguh. Namun, sisi kuat tersebut dapat berbalik menjadi sumber persoalan.

Memendam persoalan terlalu lama. Pemilik Senin Wage dapat memilih diam ketika menghadapi masalah. Jika terus dipendam, persoalan kecil justru berpotensi menjadi lebih rumit.

Baca Juga: Kecenderungan Watak Orang Ber-Wuku Julungpujud, Titi Ngati-ati nanging Aja Wedi

Keras dalam pendirian. Keteguhan merupakan kelebihan, tetapi dapat menjadi apes ketika seseorang sulit menerima nasihat atau enggan mengubah keputusan yang ternyata keliru.

Terlalu banyak pertimbangan. Kehati-hatian dapat membuat peluang terlewat apabila berubah menjadi keraguan berkepanjangan.

Mudah terluka oleh perkataan. Walaupun tidak selalu menunjukkan kemarahan secara terbuka, ketersinggungan dapat tersimpan dan memengaruhi hubungan dengan orang lain.

Keapesan dalam Urusan Rezeki

Dalam tafsir tradisional, hambatan rezeki Senin Wage lebih tepat dikaitkan dengan cara mengelola kesempatan daripada anggapan bahwa rezekinya sedikit.

Keapesan dapat muncul ketika terlalu ragu mengambil peluang, memberikan kepercayaan kepada orang yang salah, atau mengambil keputusan keuangan karena tekanan lingkungan. Persoalan juga bisa datang ketika pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan.

Karena itu, pemilik Senin Wage dianjurkan titi lan ngati-ati dalam urusan uang. Hindari keputusan spekulatif hanya karena mengharapkan hasil cepat.

Keapesan dalam Pekerjaan

Senin Wage dapat mengalami hambatan ketika terlalu lama bertahan pada keadaan yang sebenarnya perlu diubah. Kesetiaan dan ketekunan memang baik, tetapi tidak semua keadaan harus dipertahankan.

Konflik dengan rekan kerja juga dapat muncul ketika keteguhan pendirian bertemu dengan komunikasi yang kurang terbuka.

Laku yang dianjurkan adalah belajar membedakan antara sabar dan pasrah, serta antara teguh dan keras kepala.

Baca Juga: Laku Becik untuk Pemilik Wuku Mandasiya, Banyak Keberuntungan dan Anjuran Hal Baik

Keapesan dalam Hubungan

Dalam hubungan sosial maupun asmara, sifat memendam perasaan menjadi salah satu hal yang perlu dijaga. Ketika kecewa, pemilik Senin Wage dapat memilih diam. Orang lain akhirnya tidak mengetahui persoalan sebenarnya. Jika berlangsung lama, kesalahpahaman dapat berkembang menjadi renggangnya hubungan.

Karena itu, keberanian mengutarakan persoalan dengan bahasa yang alus tetapi jelas justru menjadi salah satu cara menghindari apes.

Hal yang Perlu Diwaspadai

Secara filosofis, beberapa keadaan yang patut dihindari pemilik Senin Wage adalah:

mengambil keputusan besar ketika sedang marah atau kecewa:

memaksakan pendirian demi menjaga harga diri;

memendam masalah terlalu lama;

mudah percaya dalam urusan uang;

berutang atau berspekulasi tanpa perhitungan;

mengucapkan janji yang sulit dipenuhi;

membiarkan perselisihan tanpa penyelesaian;

terlalu takut mengambil kesempatan baru.

Apes Tidak Sama dengan Takdir Buruk

Ini bagian terpenting dalam memahami petungan Jawa. Weton Senin Wage bukan pertanda seseorang mempunyai kehidupan yang sial.

Dalam pemikiran Jawa, petungan dapat berfungsi sebagai sarana pepeling atau pengingat. Jika suatu watak diketahui mempunyai sisi lemah, orang tersebut justru dianjurkan memperbaiki laku agar kelemahannya tidak berkembang menjadi persoalan.

Karena itu, salah satu prinsip yang cocok bagi Senin Wage adalah eling lan waspada. Eling terhadap tindakan sendiri dan waspada ketika menentukan langkah.

Baca Juga: Arah Laku Tirakat Senin Wage, Petungan Weton Jawa yang Ber-Neptu Delapan

Laku untuk Menolak Keapesan

Secara tradisional dan filosofis, pemilik Senin Wage dapat memperbanyak laku becik: menjaga ucapan, bersedekah, memenuhi janji, menghindari pertengkaran, menghormati orang tua, membantu sesama, serta melakukan introspeksi.

Bagi yang menjalankan tradisi tirakat, Senin Wage juga dapat dijadikan momentum untuk ngeningake cipta dan mengendalikan keinginan. Tujuannya bukan karena Senin Wage dianggap membawa kutukan, tetapi sebagai latihan agar seseorang lebih mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Pada akhirnya, filosofi keapesan Senin Wage dapat diringkas: sing kudu diwaspadai dudu dina lan pasarane, nanging lakune dhewe—yang perlu diwaspadai bukan semata hari dan pasarannya, melainkan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya. (den)

Editor : Deni Kurniawan
keapesan tolak apes weton senin wage jawa