Orang Jawa Kelahiran 2003 Ingin Tahu Wuku yang Dimiliki Kelahiran Masing-Masing? Cek di Sini

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Ilustrasi kalender pawukon yang berlangsung sepanjang 2003.
Ilustrasi kalender pawukon yang berlangsung sepanjang 2003.
Jawa Pos Radar Lawu – Ini siklus wuku yang berlangsung sepanjang 2003. Yang man, dalam sistem Pawukon Jawa, pergantian wuku terjadi setiap tujuh hari sekali.

Hal itu berbeda dengan kalender Masehi yang mengenal pembagian bulan dan tahun. Pawukon bergerak dalam siklus 210 hari. Totalnya ada 30 wuku yang oleh masyarakat Jawa masih menjadi pegangan hidup sebagai budaya warisan leluhur.

Karena itu, dalam satu tahun Masehi sebagian besar wuku dapat muncul dua kali. Seperti, pada 2003. Awal Januari masih meneruskan Wuku Kuruwelut dari penghujung 2002. Sedangkan akhir Desember 2003 yang memasuki Wuku Julungwangi, periode wuku tersebut berlanjut hingga awal 2004.

Daftar Wuku dan Tanggal Masehi Sepanjang 2003

Wuku

Tanggal Masehi

Kuruwelut

1–4 Januari 2003

Marakeh

5–11 Januari 2003

Tambir

12–18 Januari 2003

Medangkungan

19–25 Januari 2003

Maktal

26 Januari–1 Februari 2003

Wuye

2–8 Februari 2003

Manahil

9–15 Februari 2003

Prangbakat

16–22 Februari 2003

Bala

23 Februari–1 Maret 2003

Wugu

2–8 Maret 2003

Wayang

9–15 Maret 2003

Kulawu

16–22 Maret 2003

Dukut

23–29 Maret 2003

Watugunung

30 Maret–5 April 2003

Sinta

6–12 April 2003

Landep

13–19 April 2003

Wukir

20–26 April 2003

Kurantil

27 April–3 Mei 2003

Tolu

4–10 Mei 2003

Gumbreg

11–17 Mei 2003

Warigalit

18–24 Mei 2003

Warigagung

25–31 Mei 2003

Julungwangi

1–7 Juni 2003

Sungsang

8–14 Juni 2003

Galungan

15–21 Juni 2003

Kuningan

22–28 Juni 2003

Langkir

29 Juni–5 Juli 2003

Mandasiya

6–12 Juli 2003

Julungpujud

13–19 Juli 2003

Pahang

20–26 Juli 2003

Kuruwelut

27 Juli–2 Agustus 2003

Marakeh

3–9 Agustus 2003

Tambir

10–16 Agustus 2003

Medangkungan

17–23 Agustus 2003

Maktal

24–30 Agustus 2003

Wuye

31 Agustus–6 September 2003

Manahil

7–13 September 2003

Prangbakat

14–20 September 2003

Bala

21–27 September 2003

Wugu

28 September–4 Oktober 2003

Wayang

5–11 Oktober 2003

Kulawu

12–18 Oktober 2003

Dukut

19–25 Oktober 2003

Watugunung

26 Oktober–1 November 2003

Sinta

2–8 November 2003

Landep

9–15 November 2003

Wukir

16–22 November 2003

Kurantil

23–29 November 2003

Tolu

30 November–6 Desember 2003

Gumbreg

7–13 Desember 2003

Warigalit

14–20 Desember 2003

Warigagung

21–27 Desember 2003

Julungwangi

28–31 Desember 2003

Baca Juga: Kalender Pawukon Jawa, Ini Daftar Lengkap Wuku yang Berlangsung Sepanjang 2002

Wuku yang Berlangsung Sepanjang 2003 Dimulai dari Kuruwelut

Diketahui, 1 Januari 2003 jatuh pada Rabu Pahing dan berada dalam Wuku Kuruwelut. Kuruwelut sebenarnya telah dimulai pada Minggu, 29 Desember 2002. Karena itu, hanya empat hari wuku itu berlangsung di awal 2003.

Pergantian berikutnya terjadi Minggu, 5 Januari, ketika memasuki Wuku Marakeh. Setelah itu siklus bergerak secara teratur setiap tujuh hari: Tambir, Medangkungan, Maktal, Wuye, Manahil, dan seterusnya.

Pawukon Bukan Sekadar Penanda Tanggal

Dalam kebudayaan Jawa, wuku mempunyai fungsi yang lebih luas dibanding sekadar mengetahui pekan. Pawukon merupakan salah satu lapisan perhitungan waktu yang berjalan berdampingan dengan siklus tujuh hari dan pancawara atau pasaran.

Karena itu, seseorang tidak cukup hanya disebut lahir pada Wuku Sinta, misalnya. Hari seperti Senin atau Selasa, pasaran Legi, Pahing, Pon, Wage atau Kliwon, serta unsur perhitungan lainnya dapat ikut diperhatikan dalam tradisi petungan.

Wuku kemudian digunakan dalam berbagai tradisi untuk membaca karakter waktu, memperhitungkan hari tertentu, hingga menafsirkan watak kelahiran menurut primbon. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan tradisional Jawa, bukan metode ilmiah untuk menentukan kepribadian maupun masa depan seseorang.

Siklus Waktu yang Terus Berputar

Kalender 2003 memperlihatkan dengan jelas bagaimana konsep waktu dalam Pawukon bekerja. Tahun dimulai ketika Kuruwelut sedang berjalan. Rangkaian kemudian melewati Watugunung, kembali kepada Sinta, menuntaskan 30 wuku, lalu memulai putaran berikutnya.

Pada 31 Desember 2003, perjalanan itu belum berhenti. Hari terakhir tahun tersebut masih berada dalam Wuku Julungwangi, yang baru selesai pada 3 Januari 2004.

Di situlah keunikan Pawukon. Pergantian 31 Desember menuju 1 Januari tidak membuat hitungan wuku kembali ke awal. Pawukon mempunyai iramanya sendiri: tujuh hari untuk satu wuku, 30 wuku untuk satu putaran, dan 210 hari untuk kembali kepada Sinta.

Bagi masyarakat Jawa, sistem tersebut menjadi salah satu jejak pengetahuan leluhur tentang cara membaca dan menata waktu yang tetap menarik dipelajari hingga sekarang. (den)

Editor : Deni Kurniawan
WUKU pawukon 2003 budaya jawa kelahiran