Kelahiran 2001? Coba Cek Wuku Atas Kelahiran Tuan dan Nyona Sekalian

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:05 WIB
lustrasi wuku yang berlangsung sepanjang 2001.
lustrasi wuku yang berlangsung sepanjang 2001.

Jawa Pos Radar Lawu - Kalender Jawa mengenal sistem Pawukon, yaitu siklus penanggalan yang terdiri atas 30 wuku, masing-masing berlangsung selama tujuh hari.

Dalam tradisi Jawa, wuku bukan sekadar penanda pekan. Setiap wuku memiliki filosofi, simbol, dan karakter yang diwariskan melalui naskah-naskah primbon.

Karena itu, seseorang yang lahir pada hari dan pasaran yang sama tetapi berada pada wuku yang berbeda dipercaya memiliki pengaruh atau makna budaya yang berbeda pula. Pandangan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Jawa.

Sistem Pawukon juga berbeda dengan weton. Weton merupakan gabungan hari (Saptawara) dan pasaran (Pancawara) yang berulang setiap 35 hari.

Sementara wuku, menunjukkan posisi seseorang atau suatu hari dalam siklus 30 pekan Pawukon. Oleh karena itu, satu tanggal dalam kalender Jawa dapat memiliki tiga informasi sekaligus, yakni hari, pasaran, dan wuku.

Baca Juga: Daftar Lengkap Wuku Sepanjang 2000 sesuai Sistem Penanggalan Budaya Jawa

Daftar Lengkap Wuku Sepanjang 2001

No Wuku Periode Tahun 2001
1 Wukir 1–6 Januari (lanjutan dari siklus sebelumnya), kemudian 30 Juli–5 Agustus
2 Kurantil 7–13 Januari, kemudian 6–12 Agustus
3 Tolu 14–20 Januari, kemudian 13–19 Agustus
4 Gumbreg 21–27 Januari, kemudian 20–26 Agustus
5 Warigalit 28 Januari–3 Februari, kemudian 27 Agustus–2 September
6 Warigagung 4–10 Februari, kemudian 3–9 September
7 Julungwangi 11–17 Februari, kemudian 10–16 September
8 Sungsang 18–24 Februari, kemudian 17–23 September
9 Galungan 25 Februari–3 Maret, kemudian 24–30 September
10 Kuningan 4–10 Maret, kemudian 1–7 Oktober
11 Langkir 11–17 Maret, kemudian 8–14 Oktober
12 Mandasiya 18–24 Maret, kemudian 15–21 Oktober
13 Julungpujut 25–31 Maret, kemudian 22–28 Oktober
14 Pahang 1–7 April, kemudian 29 Oktober–4 November
15 Kuruwelut 8–14 April, kemudian 5–11 November
16 Marakeh 15–21 April, kemudian 12–18 November
17 Tambir 22–28 April, kemudian 19–25 November
18 Medangkungan 29 April–5 Mei, kemudian 26 November–2 Desember
19 Maktal 6–12 Mei, kemudian 3–9 Desember
20 Wuye 13–19 Mei, kemudian 10–16 Desember
21 Manahil 20–26 Mei, kemudian 17–23 Desember
22 Prangbakat 27 Mei–2 Juni, kemudian 24–30 Desember
23 Bala 3–9 Juni
24 Wugu 10–16 Juni
25 Wayang 17–23 Juni
26 Kulawu 24–30 Juni
27 Dukut 1–7 Juli
28 Watugunung 8–14 Juli
29 Sinta 15–21 Juli
30 Landep 22–28 Juli

Baca Juga: Wuku sebagai Warisan Budaya Jawa, Ini Daftar Lengkapnya Sepanjang 1999

Karena 2001 memiliki 365 hari, maka Wukir hingga Prangbakat muncul dua kali. Sekali di awal tahun sebagai lanjutan siklus, dan sekali lagi setelah siklus dimulai ulang pada akhir Juli.

Sementara Bala hingga Landep, hanya muncul satu kali selama 2001. Pada 31 Desember 2001, kalender Jawa masih berada pada Wuku Prangbakat, yang berlanjut hingga 5 Januari 2002.

Pada 2001, kondisi tersebut menyebabkan sebagian wuku muncul dua kali, sedangkan sebagian lainnya hanya satu kali. Wuku Wukir menjadi wuku pertama yang mengawali pada 1 Januari 2001.

Setelah siklus berakhir di Watugunung, perhitungan kembali dimulai dari Sinta, Landep, lalu Wukir hingga akhirnya tahun ditutup pada Wuku Prangbakat yang masih berlanjut ke awal Januari 2002.

Akhir kata, sudah selayaknya orang Jawa bangga atas budayanya sendiri. Memang, zaman sudah modern. Namun, tidak ada salahnnya nguri-uri budaya dan melestarikan warisan leluhur itu. Paling tidak, tahu weton atas tahun kelahiran masing-masing. (den)

Editor : Deni Kurniawan
WUKU 2001 weton budaya jawa kelahiran